Bengkulu, elaeis.co - Inovasi dalam dunia pertanian terus muncul di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah kisah sukses petani sawit di Bengkulu yang berhasil beralih menjadi petani bawang merah.
Yunus (43), seorang petani yang berani mengambil langkah ini, mengungkapkan bahwa hanya dengan modal sekitar Rp 14 juta untuk lahan seluas 1 hektar, dia berhasil meraih keuntungan yang luar biasa.
Baca Juga: Perusahaan Kelapa Sawit Didorong Tingkatkan Budaya K3, Gubernur Rohidin: Harus Jadi Prioritas Utama
Menurut Yunus, dalam kurun waktu tiga bulan sejak masa tanam hingga memasuki masa panen, petani bawang merah bisa mendapatkan keuntungan yang mencapai Rp 126 juta. Dengan asumsi harga bawang merah mencapai Rp 14 ribu per perkilogram.
"Saya awalnya ragu untuk beralih dari berkebun sawit ke bawang merah, tetapi hasil yang saya peroleh membuktikan bahwa keputusan tersebut benar-benar menguntungkan," ujar Yunus dengan penuh semangat, Selasa (22/8) kemarin.
Baca Juga: Berupaya Zero Karhutla, Ini Langkah-langkah yang Dilakukan Pemkab Inhu
Keuntungan yang berhasil diraih oleh Yunus tersebut ternyata jauh lebih besar jika dibandingkan dengan hasil panen dari berkebun sawit.
Menurut data yang diperoleh, rata-rata pendapatan petani sawit selama tiga bulan hanya mencapai Rp 11,1 juta, dengan produksi sekitar 500 kilogram kelapa sawit per hektar.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa beralih ke bawang merah memberikan potensi keuntungan yang jauh lebih besar.
"Kalau berkebun kelapa sawit paling dapat Rp 11,1 juta, jika per bulan mendapatkan 1 ton dengan harga TBS kelapa sawit mencapai Rp 2 ribu per kilogram," ujar Yunus.
Baca Juga: Petani Sawit di Bengkulu Lega, Harga TBS Meningkat Bantu Bayar Angsuran Bank
Para pakar pertanian di daerah ini menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Yunus. Prof Dr Zainal Muktamar seorang ahli pertanian di Universitas Bengkulu, menyatakan, kisah Yunus bisa menginspirasi petani sawit di Bengkulu untuk mencoba hal baru.
"Kisah sukses Yunus menginspirasi petani lain untuk berpikir kreatif dan mencoba hal baru dalam usaha pertanian. Ini juga membuktikan bahwa diversifikasi tanaman dapat menjadi kunci dalam meraih hasil yang lebih menguntungkan," tutur Zainal.
Melihat potensi besar yang dimiliki oleh bawang merah, beberapa petani di daerah tersebut juga mulai tertarik untuk mengikuti jejak Yunus.
Hal ini diungkapkan oleh Budi Santoso, seorang petani sawit lainnya, yang berencana untuk mengalihkan sebagian lahan ke budidaya bawang merah. "Kisah sukses Yunus memberikan harapan baru bagi kami para petani. Kami ingin meraih keuntungan lebih besar dan siap untuk mencoba hal baru," ujar Budi.
Dengan adanya kisah sukses Yunus dan minat yang semakin besar dari para petani lainnya, diharapkan pertanian bawang merah dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan di daerah ini. Peningkatan pendapatan petani dan diversifikasi usaha pertanian menjadi tujuan yang dapat dicapai melalui langkah-langkah berani seperti yang dilakukan oleh Yunus
Petani Sawit di Bengkulu Berhasil Raih Keuntungan Besar dengan Berkebun Bawang Merah
Diskusi pembaca untuk berita ini