Samarinda, elaeis.co - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) terus mengawal upaya perbanyakan biopestisida di kalangan petani, termasuk pekebun sawit, di daerah itu.

Hal ini berujuan agar petani tidak mengandalkan pestisida kimia dalam membasmi organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Selama ini petani mengandalkan pestisida dari bahan kimia untuk menanggulangi OPT. Padahal, pestisida tidak aman terhadap lingkungan dan bisa memunculkan hama sekunder," kata Kepala UPT Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Disbun Kaltim, Sopian, dalam rilisnya, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, biopestisida sebagai pengganti pestisida dibuat dari berbagai senyawa alami yang tersusun dari hewan, tumbuhan, bakteri, dan mineral, sehingga bersifat ramah terhadap lingkungan. "Tidak beracun," tegasnya.

Sebelum perbanyakan biopestisida digalakkan, sebanyak 25 petani telah lebih dulu mengikuti pelatihan yang dilakukan di Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Pelatihan untuk 25 petani tersebut berupa pelatihan perbanyakan Agen Pengendali Hayati (APH) sebagai Biopestisida," ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan itu adalah Ester M Saragih dan Ahmad Faiz, keduanya dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Dalam kesempatan itu Ester mengatakan, agen hayati diperlukan untuk mengatasi ketergantungan pada pestisida kimia dan menjaga dampak yang ditimbulkannya seperti punahnya spesies yang bukan sebagai hama tanaman.

"Penggunaan pestisida juga akan meninggalkan residu dalam tanah, bahkan pada tanaman, yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Hal ini tentu saja berbahaya, padahal maksud petani menggunakan pestisida adalah untuk membasmi OPT," bebernya.

Ia juga mengatakan, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan juga dapat memicu tumbuhnya hama sekunder, resistensi, tidak aman bagi kesehatan, termasuk tidak aman bagi lingkungan sekitar.

Atas dasar ini, maka biopestisida menjadi pilihan dalam upaya mengendalikan OPT, karena biopestisida berasal dari organisme hidup yang bersifat OPT terhadap OPT sasaran sehingga aman bagi lingkungan dan aman bagi kesehatan.

"Biopestisida aman digunakan dalam pengembangan pertanian organik karena memiliki beberapa kelebihan. Antara lain tidak menghasilkan residu, mudah terurai secara alami, dan lebih efektif meski hanya sedikit digunakan," pungkasnya.