Bengkalis, elaeis.co - Praktik jual beli lahan kawasan hutan di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai terendus.
Praktik itu diduga dikomandoi oleh Sugiardi Sembiring, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Muara Dua Bengkalis.
Dugaan itu mencuat setelah Ardi dan KTH yang bernaung dalam PS Muara Dua itu melakukan aksi pemasangan sepanduk di lahan yang tengah berkonflik dengan masyarakat.
Kelompok itu seolah-olah pahlawan yang mendukung program Perhutanan Sosial. Namun di lapangan jauh dari fakta seperti itu.
"Kami heran dan bertanya-tanya, apa sih program Perhutan Sosial (PS) Muara Dua. Kok sampai saat ini kami belum lihat hasilnya. Yang lucunya lagi, tanaman kami di lahan ini seperti buah-buahan dan jenis tanaman hutan lainnya, dikliem oleh kelompok tersebut," kata salah seorang kepada wartawan, Rabu (15/7).

Petani ini pun sempat memperlihatkan tanaman yang diberi stempel kehutanan oleh anggota PS Muara Dua. Lebih lanjut petani ini juga bercerita kuat dugaan Sugiardi juga memperjual belikan lahan di kawasan hutan wilayah Muara Dua.
"Kami mendengar, Sugiardi selain menyerobot lahan masyarakat Desa Temusai, juga melakukan jual beli lahan di sekitar kawasan hutan. Ada yang harganya 1 hektar 20 juta. Ada juga yang sudah dia jual sama orang, tapi dijualnya lagi sama orang lain di lahan yang sama, akhirnya tumpang tindih," terang petani tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Temusai, Kabupaten Siak, Selamat Ladiono juga mengaku bahwa lahan kelompok tani miliknya juga sudah mau habis digarap oleh oknum yang mengatasnamakan Kelompok Tani Muara Dua.
"Kita ada bukti rekaman yang diduga itu suara Pak Sugiardi. Laham kami yang digarap seluas 10 hektar dan akan diperjual belikan. Walau begitu kami tetap akan pertahankan lahan itu. Kalau lahan kami diperjual belikan, kami akan menuntutnya. Pokoknya, siapa pun yang masuk mengganggu laham Kelompok Tani Rukun Jaya, akan kami laporkan," tegas Selamat.
Sayangnya, ketika dikonfirmasi mengenai keterlibatan Kelompok Tani Muara Dua, nomor telepon seluler Ketua KTH PS Muara Dua Sutarno tidak aktif.
Pesan lewat WhatsApp juga belum dibalas kendati sudah dua conteng biru tanda bahwa pesan itu dibaca. Begitu juga dengan Sugiardi Sembiring.
Kawasan Hutan di Muara Dua Bengkalis Diduga Kena Babat, Lahan Sawit Warga Temusai Ikut 'Tersunat'
Diskusi pembaca untuk berita ini