Banda Aceh, elaeis.co – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh semakin membaik. Di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS), harga TBS saat ini berkisar antara Rp 1.820 hingga Rp 2.000/kg.

Di Kabupaten Aceh Singkil, harga TBS di tingkat petani sudah menyentuh Rp 1.550 sampai Rp 1.650/kg. Lebih murah dibanding harga pabrik karena dikurangi ongkos transportasi dan margin keuntungan toke sawit.

“Mudah-mudahan terus naik. Pekan lalu masih di bawah Rp 1.500/kg,” kata Sormin, seorang petani swadaya di Singkil Utara, kepada elaeis.co, kemarin.

Menurutnya, di daerah itu sudah ada PKS yang membeli sawit Rp 2.000/kg. 

“Sangat disyukuri meski belum sama dengan harga di provinsi lain. Saya dengar di Sumatera Utara, harga TBS bermitra sudah Rp 2.400-an per kilogram,” tukas petani yang mengelola kebun berjarak sekitar 30 km dari PKS itu.

Bowo, petani sawit di Aceh Tenggara juga berharap harga TBS di daerahnya bisa menyusul provinsi tetangga. "Di sini Rp 1.750/kg di pabrik," sebutnya.

"Syukurnya kebun saya dekat ke pabrik, tak banyak terpotong untuk biaya angkut TBS," tambahnya.

Petani di Aceh Barat Daya (Abdya) juga ikut merasakan tren kenaikan harga TBS. Di tingkat petani TBS dihargai Rp 1.350/kg, di ram Rp 1.500/kg, sementara di PKS PT Mon Jambe Rp 1.620/kg.

"Pekan lalu di pabrik Rp 1.470/kg dan di petani Rp 1.100/kg sampai Rp 1.150/kg," ungkap Bahtiar, petani sawit Abdya.

Dia mengakui kenaikan yang terjadi saat ini belum memuaskan.

"Tapi tetap harus disyukuri karena kenaikan ini menambah semangat para petani. Semoga harga terus naik sampai Rp 3.000/kg. Supaya petani bisa membeli pupuk dan hasil panen ke depannya memuaskan," tambahnya.