Pekanbaru, elaeis.co - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar temukan masih ada kelapa sawit dibeli dengan harga rendah. Tepatnya di Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir.

Di wilayah itu harga kelapa sawit petani dibeli seharga Rp1.700 atau di bawah harga penetapan Dinas Perkebunan Riau. Sontak Gubri memerintahkan untuk menyelidiki temuan tersebut.

Belakangan sejumlah perwakilan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah tersebut dipanggil Disbun Riau untuk dimintai keterangan terkait adanya temuan tersebut.

Kepala Bidang Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja membenarkan adanya perihal tersebut. Ia mengatakan pihaknya dengan sejumlah PKS melakukan rapat membahas terkait harga kelapa sawit yang jauh dari harga penetapan pemerintah.

"Itu laporan dari masyarakat. Dari rapat itu diketahui bahwa harga yang diterapkan tersebut merupakan harga untuk petani non mitra. Dimana mereka menjual hasil kebunnya pada pengepul, Veron atau ram bukan langsung kepada PKS mitra," katanya kepada elaeis.co, Rabu (12/7).

Kata Defris, rantai jual yang panjang tersebutlah yang membuat harga kelapa sawit petani non mitra menjadi rendah. Ditambah lagi dengan PKS yang berasumsi sesuai rendemen kelapa sawit petani non mitra rendah. Sehingga harganya juga anjlok di bawah penetapan.

"Solusi yang kita tawarkan adalah bermitra sesuai Permentan dan Pergub melalui kemitraan swadaya, dan mereka sepakat untuk mengimplementasikannya segera," katanya.

Defris juga menekankan agar PKS tidak membeli hasil kebun masyarakat dengan harga rendah, namun dengan harga yang sewajarnya. "Minimal tidak jauh dari harga penetapan sembari mempersiapkan persyaratan kemitraan swadaya untuk perkebunan tersebut," tandasnya.