Pekanbaru, elaeis.co - Gagasan pembentukan Palm Oil Institute di Provinsi Riau mencuat dalam gelaran Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026.
Usulan tersebut dinilai penting untuk memperkuat riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kelapa sawit yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Dorongan itu disampaikan Dewan Kehormatan SIEXPO 2026 sekaligus Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Medali Emas Manurung, saat menghadiri pembukaan SIEXPO 2026 di SKA Co-Ex Pekanbaru, Kamis (6/8).
Menurut Gulat, Riau memiliki alasan kuat untuk menjadi lokasi berdirinya Palm Oil Institute. Selain merupakan salah satu sentra produksi sawit terbesar di Indonesia, provinsi ini juga mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbaik di tingkat nasional.
"Riau menjadi satu-satunya provinsi yang mampu melampaui target PSR nasional. Karena itu sudah saatnya daerah ini memiliki Palm Oil Institute sebagai pusat pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas SDM sawit," ujar Gulat.
Ia mengungkapkan, realisasi PSR di Riau telah mencapai 118 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor sawit.
Gulat berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap usulan tersebut. Menurutnya, keberadaan Palm Oil Institute akan memperkuat ekosistem industri sawit nasional sekaligus mempercepat lahirnya inovasi dan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pekebun.
"Mudah-mudahan kedatangan Menteri Bappenas memberikan manfaat. Kalau di Lampung bisa, kenapa di Riau tidak didirikan Palm Oil Institute? Saya yakin bisa dibangun di Riau," katanya.
Dari SIEXPO 2026 Muncul Dorongan Bangun Palm Oil Institute di Riau
Diskusi pembaca untuk berita ini