INHU, Elaeis.co - Dump Truck memilik fungsi yang beragam. Lantaran manfaat begitu banyak sebagai alat transportasi, pelaku usaha seperti perkebunan kelapa sawit atau perorangan sangat telaten merawat armada tersebut agar target yang dihasilkan maksimal.
Selain pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, mobil dump seperti diketahui bisa digunakan pengangkut pupuk, tanah timbun, pasir dan batu, serta lainya. Justru fungsi beragam itu, maka pelaku usaha sawit mempunyai kebijakan yang berbeda dalam memaksimalkan fungsinya.
Seperti yang dilakukan oleh tengkulak sawit di Desa Bukit Meranti, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Asep Daulay, yang mempunyai konsep khusus memperhatikan kendaraan berserta sopir.
Asep mengatakan, perlunya pengelolaan (management) yang semakin baik, supaya target operasi maksimal dengan tetap menjaga biaya maintenance sesuai dengan budget yang sudah ditetapkan.
"Salah satu tolak ukur yang digunakan menentukan biaya operasional sopir sebulan. Biaya servis kendaraan, penghitungan gaji tentunya bisa mengimbangi UMK," kata dia ketika dikonfirmasi Elaeis.co melalui telepon seluler, Senin (1/11).
Ia menyebut, saat ini punya kendaraan roda empat sebanyak 6 unit untuk mengangkut tandan buah segar sawit mulai dari jemput buah petani dilapangan hingga diantar ke pabrik kelapa sawit.
Dengan jumlah tersebut, menurut Asep Daulay, tentu memerlukan cara efektif memberikan kepedulian terhadap sopir supaya bisnis yang dijalankannya lancar.
"Setiap hari atau seminggu sekali kita memberikan arahan, terus mendengarkan keluhan petani di lokasi kebun masing-masing, agar yang dikeluhkan mereka bisa kita ketahui," kata dia.
"Termasuk, menekankan perawatan unit kepada sopir. Nah, hal ini perlu dilakukan untuk langkah awal berjalannya usaha yang sifatnya saling menguntungkan," pungkasnya.
Begini Cara Toke Asep Jaga Sopir dan Armadanya Demi Kenyamanan Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini