Jakarta, elaeis.co – Fenomena El Nino kuat diperkirakan membawa dampak besar terhadap sejumlah sektor strategis di Indonesia. Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan kondisi cuaca kering berpotensi menekan produktivitas komoditas pertanian seperti padi, kelapa sawit, dan kopi.
Namun, di balik ancaman tersebut, El Nino juga membuka peluang bagi sejumlah sektor lain. Produksi garam, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga perikanan tangkap diperkirakan berpotensi mengalami peningkatan.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi mengatakan pemerintah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kementerian/lembaga terkait telah menyusun kajian untuk memetakan dampak El Nino sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan.
Menurutnya, dampak El Nino kuat terbagi dalam beberapa sektor utama, yakni hutan, lahan dan pertanian, energi dan sumber daya air, kesehatan, serta pangan akuatik.
Pada sektor pertanian, Bappenas menilai El Nino dapat menjadi ancaman serius karena berpotensi mengurangi ketersediaan air bagi tanaman. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap produktivitas padi, kelapa sawit, dan kopi.
“Kalau di pertanian dampak El Nino terhadap produktivitas padi, kelapa sawit, kopi, juga tentunya ada risiko gagal panen dan gangguan terhadap organisme pengganggu tanaman,” ujar Nizhar.
Khusus untuk tanaman padi, kekeringan panjang dapat mengganggu proses budidaya, terutama di wilayah yang masih mengandalkan sistem irigasi berbasis curah hujan. Minimnya pasokan air bisa menyebabkan tanaman mengalami stres hingga meningkatkan risiko penurunan hasil panen.
Sementara itu, pada komoditas kelapa sawit, perubahan pola cuaca dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan produktivitas tandan buah segar (TBS). Kondisi kering yang ekstrem juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan tanaman.
Bappenas Bongkar Dampak El Nino: Petani Padi Waswas, Sawit Tertekan, Garam hingga PLTS Bisa Melejit
Diskusi pembaca untuk berita ini