Pekanbaru, elaeis.co - Asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus mendorong percepatan realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Program strategis nasional itu terus digesa untuk meningkatkan produktivitas minyak sawit mentah (CPO). Yang mana dalam empat tahun terakhir tercatat produksi CPO Indonesia masih tercatat stagnan, bahkan cenderung menurun.
Sekretaris Jenderal (sekjen) GAPKI, Eddy Martono, mengatakan pihaknya juga intens melakukan pembahasan percepatan PSR berama dengan kementerian terkait.
"Kita juga dimasukkan ke dalam tim percepatan PSR oleh pemerintah. Kita rutin juga meeting bersama pemerintah, dan kita sampaikan ke kementerian apa apa saja yang menghambat (PSR)," kata Eddy saat ditemui elaeis.co di Pekanbaru beberapa hari lalu.
Sebelumnya, hal yang menjadi penghambat PSR itu, kata Eddy, adalah mengenai lahan perkebunan yang masuk dalam kawasan lindung gambut. Hal ini juga disuarakan oleh GAPKI dan akhirnya komponen itu dihapuskan dari syarat pengajuan PSR.
"Kalau bisa, syarat-syarat lain yang kiranya menghambat dan tidak membahayakan, juga dihilangkan. Membahayakan dalam arti seperti berada di kawasan hutan lindung. Itu semua kan untuk mempercepat," tambahnya.
Dia menyebutkan, PSR menjadi salah satu program pemerintah yang menjadi perioritas GAPKI. Ini memang terus digesa untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit, baik kebun milik petani sawit mitra perusahaan, maupun milik petani swadaya.
Tingkatkan Produktivitas CPO, GAPKI Terus Dorong Percepatan PSR
Diskusi pembaca untuk berita ini