Rengat, elaeis.co - Sebagian petani kelapa sawit di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, kelimpungan mencari pembeli tandan buah segar (TBS). Harga TBS saat ini tidak manusiawi, hanya di kisaran Rp 500/kg.
Parahnya lagi, para toke sawit beberapa hari terakhir tak mau lagi menampung TBS petani.
"Pengepul dan pemilik timbangan ram sudah menginformasikan kepada seluruh relasinya, sementara tidak menerima TBS. Mereka tak minat membeli sawit masyarakat dengan alasan merugi besar akibat harga TBS yang terus merosot," kata Dasman, pekebun sawit di Desa Pematang, Kecamatan Peranap kepada elaeis.co, Kamis (7/7).
Alhasil, banyak pekebun untuk sementara mengurung niat melakukan pemanenan. Mereka membiarkan TBS membusuk di batang ketimbang panen tapi tidak ada yang mau membeli.
"Saya saja hari ini sudah ke kebun mau panen sawit. Mendengar toke tidak sanggup beli, terpaksa saya putar kepala pulang ke rumah. Jika dipaksakan panen, malah menambah beban pikiran saja," ucapnya.
Dia mengaku iri dengan petani di Kalimantan yang bisa menjual TBS ke Malaysia.
"Kalau bisa, saya juga mau jual ke sana. Saya butuh uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang semakin hari tambah melejit, apalagi anak sekolah mau masuk tahun ajaran baru," katanya.
Dia yakin jika persoalan harga sawit tidak diatasi, maka perekonomian masyarakat akan hancur.
"Sudahlah pendapatan terombang-ambing, tanaman di kebun pun rusak," keluhnya.
Sawit Tak Laku, Petani Pusing Hadapi Tahun Ajaran Baru
Diskusi pembaca untuk berita ini