Padang, elaeis.co - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Bambang Wiguritno mengaku tak bisa berkomentar banyak dengan ketetapan pemerintah yang tidak memasukkan petani kelapa sawit sebagai penerima subsidi pupuk.

"Karena itu sudah merupakan aturan dan kebijakan pemerintah, mau apalagi?" kata Bambang kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Minggu (26/2).

Bambang menduga, kebijakan itu diambil pemerintah setelah melalui proses dan pertimbangan yang matang, sehingga pemerintah kemudian menetapkan sejumlah komoditas tertentu yang diberikan pupuk bersubsidi.

Bambang ditanya soal itu menyusul pernyataan salah seorang anggota DPD-RI yang menyebutkan pihaknya sangat menyesalkan kebijakan pemerintah yang mencoret sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan yang tidak lagi diberikan pupuk subsidi. Akibatnya petani sawit kecil dipaksa bersaing dengan korporasi yang menguasai sumber daya produksi.

Kendati demikian, menurut Bambang, pihaknya menilai petani sawit seyogianya juga diberi subsidi pupuk oleh pemerintah. Dikatakan, dari sekian komponen produksi, pupuk termasuk biaya produksi yang tergolong tinggi.

"Kalau dikasih subsidi pupuk, dipastiksan para petani kelapa sawit akan semakin bergairah mengelola usahanya," tambah Bambang.