Bengkulu, elaeis.co - Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar mengatakan, pH tanah yang tidak seimbang dapat mempengaruhi ketersediaan nutrisi dan penyerapan akar tanaman. 

"Dengan mengukur pH tanah sebelum melakukan pemupukan, petani dapat menyesuaikan komposisi pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit secara lebih akurat," kata Zainal di Bengkulu, kemarin.

Dikatakan, pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit biasanya berkisar antara 4,5 hingga 6,5. Dalam rentang tersebut, nutrisi yang diperlukan oleh tanaman kelapa sawit dapat tersedia dengan baik dan dapat diserap oleh akar tanaman dengan efisien.

Ia mengatakan, apabila pH tanah terlalu rendah (asam), upaya peningkatan pH dapat dilakukan dengan menggunakan bahan penambah basa, seperti dolomit atau kapur pertanian. Sebaliknya, jika pH tanah terlalu tinggi (alkaline), penurunan pH dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk asam atau bahan organik.

"Penting untuk dicatat bahwa pH tanah yang ideal dapat bervariasi sedikit tergantung pada kondisi lingkungan dan jenis tanah di daerah tersebut. Oleh karena itu, sebelum melakukan pemupukan kimia, penting bagi petani untuk mengukur pH tanah secara teratur menggunakan alat yang tepat, seperti pH meter, atau dengan bantuan pakar pertanian," ujar Zainal

Pengamatan di lapangan, sejauh ini para petani kelapa sawit di Bengkulu  telah mengadopsi praktik baru yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan menghindari kerugian.

Sebelum melakukan pemupukan kimia, para petani secara rutin harus mengukur pH tanah terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk memastikan pemupukan yang lebih maksimal dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

Suryadi, seorang petani kelapa sawit di Bengkulu, mengungkapkan pentingnya pengukuran pH tanah sebelum pemupukan kimia.  "Itu dilakukan agar tanaman kelapa sawit tumbuh dengan baik," ungkapnya