Jambi, elaeis.co – Pengembangan jalur pemasaran yang dilakukan Bagian Pemasaran PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar membuahkan hasil signifikan. Penjualan Teh Kayu Aro kemasan produksi perkebunan tersebut meningkat hingga 7,18 persen pada semester pertama 2026.

“Perluasan dan pengembangan pemasaran dengan kerja keras dan sesuai prosedur yang ditetapkan tampak berhasil. Penjualan Teh Kayu Aro dalam bentuk kemasan meningkat semester pertama sebesar 7,18 persen. Peningkatan ini jelas dibandingkan semester yang sama tahun 2025 lalu,” kata Sekretaris PTPN IV Regional IV, Muhammad Ridwan, Jumat,  (7/8) kepada elaeis.co.

Ia menyatakan, peningkatan penjualan tersebut terlihat di lapangan, di mana Teh Kayu Aro kemasan kini dapat ditemukan hampir di seluruh warung atau kedai.

Teh legendaris yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda sejak 1925 tersebut juga dapat dibeli di sejumlah supermarket dan gerai ritel, seperti Trona Ekspres, Jamtos, Alfamart hingga Indomaret, yang menempatkannya di rak-rak penjualan.

“Kami terus berinovasi dan berkreasi untuk pemasaran Teh Kayu Aro kemasan seduh ini. Trik-trik peningkatan penjualan terus dilakukan dan diharapkan semester kedua akhir 2026 peningkatan terjadi antara 20 persen hingga 25 persen,” tegas Muhammad Ridwan.

Teh Kayu Aro merupakan teh hitam orthodox premium yang diproduksi di kaki Gunung Kerinci, Jambi.

Berdiri sejak 1925, perkebunan Teh Kayu Aro disebut sebagai kebun teh tertua di Indonesia dan terluas kedua di dunia. Teh ini telah melegenda karena memiliki cita rasa yang pekat dan pernah menjadi favorit para bangsawan Eropa.

Saat ini, Teh Kayu Aro dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan dipasarkan dalam berbagai varian.