Bengkulu, elaeis.co - Tidak hanya petani yang berharap agar B35 dapat memberikan dampak positif terhadap harga TBS sawit, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga demikian.

Pasalnya, hingga saat ini harga TBS sawit di daerah itu masih diangka Rp2.000-an per kilogram (kg). Terbukti, dari hasil penetapan pemerintah daerah pada Rabu (1/2) kemarin, harga TBS sawit pekan pertama Februari dibandrol Rp2.065,73 per kilogram di tingkat pabrik.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan, periode ini penetapan harga TBS kelapa sawit dilakukan berdasarkan invoice pabrik.

"Seperti kita ketahui, setiap dua Minggu sekali, kita melakukan rapat dengan pabrik untuk menetapkan harga TBS sawit. Awal Februari ini kita meminta agar setiap pabrik membawa invoice," kata Ricky kepada elaeis.co, Rabu.

Ricky mengatakan, penetapan itu berlaku hingga dua pekan ke depan dengan harga tertinggi Rp2.065,73/kg, dan terendah Rp1.774,20/kg. 

Melihat kondisi harga yang tergolong stagnan dua bulan terakhir, Ricky berharap pemberlakuan B35 bulan ini dapat mengerek harga TBS petani.

“Dengan adanya program B35, kita berharap harga TBS naik. Sebab, Crude Palm Oil (CPO) akan terserap untuk bahan baku B35,” pungkasnya.