Samarinda, elaeis.co - Penggunaan narkoba di kalangan petani dan pekerja perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur (kaltim) mulai mengkhawatirkan.
Gubernur Kaltim, Isran Noor, mengatakan, di kalangan pekerja sawit ada istilah STS alias sawit tukar sabu. "Kalau mereka pengguna narkoba di kalangan pekerja sawit, paham istilah itu,” katanya melalui keterangan resmi Biro Adpimprov Kaltim.
Menurutnya, meskipun jumlahnya belum signifikan, namun jumlah pengguna narkoba di kalangan pekerja sawit harus diwaspadai. Apalagi, modus STS ini sudah menyebar dan dimaklumi kalangan petani dan pekerja di perkebunan sawit. “Jadi, kalau tidak punya uang, rela sawitnya dibarter dengan sabu,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang membutuhkan banyak tenaga memang sangat rentan diracuni narkoba. Begitu juga di sektor usaha lainnya seperti pertambangan.
"Ada perusahaan yang membuat kebijakan bekerja hanya dua shift per hari, artinya pekerja bekerja 12 jam sehari. Tidak sedikit yang menggunakan narkoba untuk booster, mana tahan kerja non stop 12 jam per hari,” tukasnya.
Dia meminta semua pihak di Kaltim memerangi peredaran narkotika dan bahan/obat berbahaya lainnya. "Itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat hukum," tukasnya.
"Masyarakat dan semua elemen harus terlibat karena narkoba sudah menyentuh hampir semua kalangan. Kepedulian dan upaya bersama tetap harus dilakukan dalam memberantas barang haram ini," pungkasnya.
Gawat, Sabu-sabu Dibarter dengan Sawit di Daerah ini
Diskusi pembaca untuk berita ini