Sebagai contoh, kata Rosmala, preferensi petani di Pulau Jawa cenderung lebih condong kepada penanaman tebu daripada kelapa sawit. Alasannya potensi penghasilan yang lebih besar meski dengan frekuensi lahan yang lebih rendah.

"Kalau di Jawa, ada juga kewajaran kita banyak yang menanam tebu, karena lahan di sana terbatas. Kalau di sana ditanam sawit, tentu rugi, soalnya dengan luas lahan hanya 1 hektar, kalau tanam sawit hasilnya tak seberapa. Sementara tebu, bisa menghasilkan cuan banyak," pungkasnya.