Bengkulu, elaeis.co - Petani sawit yang membutuhkan modal usaha tapi tidak punya agunan bisa memanfaatkan pinjaman ultra mikro (UMi). Plafon kredit ini maksimal Rp 10 juta dan bisa diakses petani sawit tanpa syarat yang memberatkan.
Di Provinsi Bengkulu, sejak awal tahun 2023 ini, debitur yang memanfaatkan pembiayaan UMi tercatat mencapai 14.616 orang dengan total pembiayaan sebesar Rp 68,74 miliar.
Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya mengatakan, pembiayaan UMi disediakan pemerintah pusat untuk memberi kemudahan kepada usaha mikro yang belum bankable.
"Pembiayaan ini menyasar pelaku usaha yang ingin meningkatkan usaha kecilnya namun akses untuk mendapatkan modal dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya terbatas karena faktor tidak punya jaminan atau agunan," jelasnya, Rabu (15/11).
Menurutnya, banyak diantara debitur UMi di Bengkulu adalah petani sawit. Mereka mengakses UMi disebabkan syaratnya cukup mudah. Yaitu hanya menyertakan data kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) serta belum pernah mendapatkan pinjaman dari program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Selain itu, bunga pinjaman UMi juga rendah, mulai 1 persen per bulan," tuturnya.
Bagi petani sawit yang ingin mengambil pinjaman UMi, cukup mendatangi kantor penyaluran yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Di Bengkulu, PT Pegadaian telah ditunjuk untuk menyalurkan pembiayaan UMi.
Kepala Cabang Pegadaian Bengkulu, Noveldi mengatakan, pemberian kredit dengan angsuran bulanan merupakan pengembangan usaha dengan sistem Fidusia. Kreasi UMi berfokus memberikan fasilitas kredit yang cepat, mudah, dan murah.
"Ini terlihat dari pemberian jangka waktu pinjaman yang sangat fleksibel dengan pilihan jangka waktu 12, 18, 24, dan 36 bulan," sebutnya.
"Proses pengajuan kredit hanya membutuhkan 3 hari saja, dan dana dapat segera cair. Sewa modal (bunga pinjaman) relatif murah dengan angsuran tetap per bulan," tambahnya.
Butuh Modal tapi Tak Punya Agunan, Petani Sawit Bisa Manfaatkan UMi
Diskusi pembaca untuk berita ini