Ia mengungkapkan, pembiayaan pembangunan pabrik minyak makan merah ditaksir membutuhkan dana sekitar Rp 30 miliar sampai Rp 34 miliar.
Dan pembiayaan proyek tersebut, kata dia, bersumber dari pihak Koperabuh yang beraset Rp 200 miliar, plus upaya mencari pembiayaan dari lembaga keuangan
Ahmad Zabadi yakin kelak pabrik tersebut bisa mendukung kesejahteraan para petani sawit melalui produksi minyak makan merah dan berbagai produk turunannya.
Seperti untuk bahan baku kosmetik, sabun, produk-produk kesehatan, termasuk untuk proyek pengentasan stunting, serta produk turunan lainnya.
"Pabrik minyak makan merah akan menyerap banyak tenaga kerja, mendukung ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan pada harga dari pihak luar," ucapnya.
Kata dia, ini merupakan proyek yang kelima di Indonesia, dan sebelumnya yang pertama sudah dibangun di Desa Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
"Lalu yang kedua di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, ketiga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan yang keempat di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)," tegas Ahmad Zabadi.
Bakal Dikelola Koperabuh, Pabrik Minyak Makan Merah Dibangun di Sanggau
Diskusi pembaca untuk berita ini