Peternakan 

Terindikasi Suspek PMK, 122 Sapi akan Dicek Balai Veteriner

Terindikasi Suspek PMK, 122 Sapi akan Dicek Balai Veteriner
Kepala Disnakbun Kabupaten Rokan Hulu, CH Agung Nugroho mengikuti rapat koordinasi penanganan kasus PMK bersama Gubernur Riau. Foto: Disnakbun Rohul

Pasir Pangaraian, elaeis.co - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diduga sudah menyerang ternak di beberapa Desa di Kabupaten Rokan Hulu (rohul), Riau.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, Agung Nugroho mengatakan, saat ini sebanyak 122 ekor sapi terindikasi suspek PMK. Sapi-sapi tersebut tersebar di beberapa desa seperti Pasir Jaya, Bencah Kusuma, Kabun, Bono Tapung, Pematang Tebih, Kota Baru dan Sangkir Indah.

"Beberapa bulan yang lalu, penyakit PMK di Provinsi Riau laporan pertamanya berasal dari Kabupaten Rohul, tepatnya di Desa Pasir Jaya. Waktu itu ada lima ekor sapi yang diduga terserang PMK dan kini jumlahnya semakin meluas hingga mencapai 122 ekor," kata Agung kepada elaeis.co, Rabu (22/6).

Agung menambahkan, untuk memastikan 122 ekor sapi tersebut benar terjangkit PMK atau tidak, dalam waktu dekat Disnakbun Rohul akan mendatangkan petugas Balai Veteriner Bukit Tinggi.

"Akan dilakukan uji laboratorium terhadap 122 ekor sapi tersebut," katanya.

"Secara kasat mata sapi-sapi mengeluarkan air liur yang berlebih, terdapat luka di mulut dan kuku. Dari ciri-ciri tersebut, sapi suspek terpapar PMK. Namun kepastiannya harus diuji secara laboratory," tambahnya.

Pemkab Rohul telah menindaklanjuti surat edaran Gubernur Riau terkait mitigasi dan pencegahan PMK hingga ke tingkat desa dan dusun.

"Gugus Tugas dan Satgas Pencegahan PMK telah ditetapkan oleh bupati. Tapi anggaran juga menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus PMK," pungkasnya.

 

Editor: Rizal