Berita / Serba-Serbi /
Perusahaan Ini Bisa Sediakan Jalur Khusus Ibadah Haji ke Petani Sawit dan Masyarakat Umum
Sekretaris Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia, Syarifuddin Sirait, dan petani sawit lainnya saat menunaikan ibadah Haji. (Foto: dok. probadi).
Mekkah, elaeis.co - Syarifuddin Sirait bahagia luar biasa ketika bisa menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, pada pertengahan tahun ini tanpa perlu lagi antri.
Hal tersebut diungkapkan oleh petani sawit plasma asal Desa Gotting Sidodadi, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini Kepada elaeis.co melalui aplikasi WhatsApp, Jumat (17/5/2024) malam.
"Jadi begini, saya baru tahu kalau
ada pelaksanaan ibadah Haji tanpa antri," ucap Sekretaris Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia ini.
"Artinya, kita petani sawit dan masyarakat umum yang beragama Islam bisa naik Haji dengan jalur khusus," katanya menambahkan.
Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan Ambar ini bilang selama ini petani sawit dan masyarakat umum hanya fokus ke ibadah Haji jalur reguler dengan mematuhi jalur antri sampai puluhan tahun.
"Ada yang disebut dengan jalur Furodha yang mahalnya minta ampiun. Kemudian ada pula jalur Haji Plus yang selain mahal biayanya, juga harus antri juga mulai 3 sampai 5 tahun," kata dia lagi.
Lalu, pertanyaannya, bagaimana saat ini dirinya bisa naik Haji bersama perani sawit dan masyarakat umum lainnya?
Ia membocorkan satu informasi berharga, yaitu mereka naik Haji dengan mengikuti keberangkatan melalui Travel Safa Deafah yang berkantor puaat di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
"Nah, Travel Safa Deafah ini bekerjasama dengan Travel Raudhotul Jannah dari Kisaran, ibukota Kabupaten Asahan," ungkap Syarifudsin Sirait.
"Adapun jalur yang dipakai adalah jalur mandiri tanpa antri atau jalur khusus. Daftar tahun ini langsung berangkat," tuturnya lebih lanjut.
Ia menerangkan, untuk jalur ini mereka sebanyak 147 jamaah berada dalam satu rombongan keberangkatan dari beberapa provinsi, baik yang menjadi sentra sawit maupun bukan.
"Seperti dari Provinsi Sumut, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulaweai Barat (Sulbar), Sulawesi Tengah (Sulteng), sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan, Jakarta, dan tenru saja Jatim," kata Syarifussim Sirait.
Sebaai petani sawit, Syarifudsin Sirait mengaku terharu dan merasa dimanjakan dengan kolaborasi pelayanan dari dua travel tersebut.
Mereka mendapatkan fasilitas 9 hari di Madinah tinggal di hotel berbintang 5, dan 9 hari di Mekkah juga tinggal di hotel bintang lima.
"Dan selebihnya kami akan tinggal di hotel transit di kota Mina sampai seluruh rangkaian ibadah Haji selesai," ungkap Syarifudsin Sirait.
Saking bahagianya bisa ibadah Haji, Syarifuddin Sirait menyampaikan pesan khusus kepada para petani sawit, termasuk para anggota dan pengurus Aspek-PIR Indonesia yang beragama Islam di berbagai cabang.
"Bagi saudara-saudaraku, khususnya para pengurus dan anggota Aspek-PIR se-Indonesia di mana pun berada, dan umumnya para petani sawit," ujarnya.
"Yang sudah punya niat untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke 5 yaitu ibadah Haji, ini adalah peluang cepat tanpa antri dan dipastikan nyaman serta aman," kata Syarifuddin menghimbau.
Alasannya, kata dia, karena melalui kolaborasi dua travel itu para jamaah Haji akan dibimbing pula oleh para pembimbing ibadah Haji yang sangat berpengalaman.
"Bayangkan, untuk kami yang merupakan 147 jamaah, kami semuanya bergabung dan starting ayau mulai berangkat dari Jakarta. Soal biaya masih sangat terjangkau," tegas Syarifuddin Sirait.







Komentar Via Facebook :