Berita / Bisnis /
Palm Acid Oil Jadi Buruan Eropa, Tapi Apa Yang Membuatnya Begitu Spesial?
Jakarta, elaeis.co – Palm Acid Oil (PAO) kini menjadi komoditas yang dicari-cari di pasar Eropa. Bukan lagi sekadar bahan baku industri tradisional, PAO kini naik kelas dan digunakan di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan hingga kosmetik dan pakan ternak.
Menurut laporan Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Minggu (4/1), PAO dihasilkan dari proses pemurnian kimia dengan kandungan asam lemak bebas (FFA) tinggi. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk beragam aplikasi industri, sekaligus menjadi alternatif efisien dan berkelanjutan bagi rantai pasok global.
Secara teknis, PAO adalah fraksi asam lemak hasil distilasi dengan kadar FFA lebih dari 50 persen dan kadar air rendah sekitar 2–3 persen.
Komposisi ini menjadikan PAO ideal untuk digunakan dalam produksi biodiesel, pakan ternak, dan berbagai produk kimia, termasuk deterjen dan kosmetik.
Fleksibilitas penggunaannya membuat PAO menjadi primadona di tengah meningkatnya tuntutan pasar akan bahan baku ramah lingkungan.
Nilai pasar PAO global diperkirakan mencapai US$820 juta pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi US$1,72 miliar pada 2034, dengan pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 8,5 persen.
Lonjakan permintaan terutama didorong oleh kebijakan energi hijau di berbagai negara, target penurunan emisi karbon, serta kebutuhan bahan baku alternatif bagi industri oleokimia dan pakan ternak.
Selain itu, sektor biodiesel menyerap permintaan PAO yang cukup tinggi. Kandungan FFA yang optimal menjadikannya bahan baku utama dalam proses transesterifikasi. Kawasan dengan mandat biofuel seperti Malaysia, Indonesia, dan Uni Eropa menjadi pasar utama produk ini.
Di sisi lain, PAO juga dimanfaatkan di sektor kimia dan kosmetik sebagai bahan antara untuk memproduksi asam lemak, gliserin, dan ester.
Produk ini semakin diminati industri sabun dan deterjen, karena membantu meningkatkan daya bersih serta kekerasan produk, sehingga cocok untuk produksi skala besar.
Uni Eropa menjadi pasar penting bagi PAO. Swedia dan Italia tercatat sebagai importir terbesar dalam sembilan bulan pertama 2025.
Swedia mengimpor lebih dari 53.000 ton PAO, sementara Italia yang sebelumnya belum pernah membeli produk ini, mulai mencatat impor signifikan pada 2025. Total ekspor ke kedua negara mencapai sekitar €49 juta.
Fenomena ini menarik perhatian eksportir lain, karena permintaan yang tinggi bukan hanya berasal dari volume, tetapi juga karena karakter kimia PAO yang fleksibel dan mudah disesuaikan dengan berbagai kebutuhan industri.
Dengan permintaan global yang terus meningkat, PAO diprediksi akan tetap menjadi komoditas strategis dan buruan pasar internasional.
Fleksibilitas penggunaannya di berbagai sektor industri membuatnya menjadi bahan yang semakin langka dan bernilai tinggi, sehingga para pelaku pasar berlomba-lomba untuk mengamankan pasokan.







Komentar Via Facebook :