Berita / Sumatera /

Mukomuko Membutuhkan Penambahan Pabrik Kelapa Sawit

Mukomuko Membutuhkan Penambahan Pabrik Kelapa Sawit

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Fitri SE. Foto: IST


Bengkulu, Elaeis.co - Kabupaten Mukomuko, sebuah wilayah di Provinsi Bengkulu saat ini membutuhkan penambahan pabrik pengolahan kelapa sawit. Sebab menurut data terbaru, hanya ada sekitar delapan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di daerah ini, tidak sebanding dengan jumlah perkebunan sawit yang melimpah.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Fitri SE berharap, ada penambahan pabrik sawit di Kabupaten Mukomuko. Karena total pabrik pengolahan kelapa sawit yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Mayoritas masyarakat Kabupaten Mukomuko hidup dari hasil perkebunan sawit. Saat ini, pabrik sawit yang ada hanya delapan, tidak mencukupi untuk memproses seluruh produksi kelapa sawit di wilayah ini," ujar Fitri, Jumat 29 Maret 2024.

Baca Juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Mukomuko Turun, Berbeda dengan Sumbar dan Sumut

Fitri berharap, ada investor baru di sektor pabrik kelapa sawit bisa masuk ke Kabupaten Mukomuko. Sehingga dapat mengurangi antrian truk pengangkut sawit dan memudahkan masyarakat dalam menjual hasil panen mereka.
"Kami menyarankan agar investor pabrik sawit kembali masuk ke Kabupaten Mukomuko. Dengan demikian, dapat mengurangi antrian truk pengangkut sawit dan memudahkan masyarakat dalam menjual hasil panen mereka," tambahnya.

Selain itu, Fitri menyoroti pentingnya dukungan dari masyarakat setempat dalam menyambut investasi baru di sektor kelapa sawit. 
"Dukungan tinggi dari masyarakat Kabupaten Mukomuko sangat diperlukan agar investor pabrik sawit merasa yakin untuk masuk dan berinvestasi di daerah ini," ungkapnya.

Kesempatan investasi di sektor pabrik kelapa sawit di Mukomuko juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah setempat. Bupati Mukomuko, Sapuan menyatakan komitmennya untuk memberikan fasilitasi dan dukungan kepada investor yang ingin membangun pabrik kelapa sawit di wilayahnya.
"Kami siap memberikan kemudahan dan dukungan kepada investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sektor kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko," kata Sapuan.

Para pelaku industri juga menyambut baik rencana penambahan pabrik kelapa sawit di Mukomuko. Salah satu CEO perusahaan pengolahan kelapa sawit di Bengkulu, Daniel Manurung menilai peningkatan infrastruktur pabrik sawit akan berdampak positif bagi ekonomi daerah.
"Dengan adanya penambahan pabrik sawit, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat," kata Daniel.

Namun, sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan dalam ekspansi industri kelapa sawit. Aktivis lingkungan di Bengkulu, Ali Akbar mengingatkan pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan dari penambahan pabrik sawit. 
"Perlu dipastikan bahwa ekspansi industri kelapa sawit tidak merugikan lingkungan dan memperburuk kondisi alam," pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :