Berita / Pasar /
Minggu Pertama Januari 2026, Harga Biodiesel Melonjak Jadi Rp13.631
Jakarta, elaeis.co – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar (HIP) biodiesel untuk periode Januari 2026 sebesar Rp 13.631 per liter, naik tipis dibandingkan Desember 2025 yang sebesar Rp 13.381 per liter ditambah ongkos angkut. Tarif baru ini berlaku mulai 1 Januari 2026.
Melansir pengumuman resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Jumat (2/1), penetapan HIP biodiesel dipengaruhi oleh pergerakan harga crude palm oil (CPO) di pasar global. Namun, faktor konversi CPO ke biodiesel tetap dipatok US$ 85 per metrik ton, sama seperti periode sebelumnya.
Perhitungan HIP biodiesel merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024.
Sementara nilai tukar rupiah mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia periode 25 November–24 Desember 2025 sebesar Rp 16.684 per dolar AS. Besaran ongkos angkut mengikuti ketentuan maksimal untuk BBN jenis biodiesel yang dicampur ke dalam bahan bakar solar.
HIP biodiesel menjadi harga acuan dalam program mandatori pencampuran biodiesel ke solar, yang saat ini diterapkan pada B35 atau campuran 35% biodiesel dalam bahan bakar solar.
Kebijakan harga ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang pengelolaan dana perkebunan, khususnya Pasal 18 ayat (3) yang mengatur mekanisme implementasi program mandatori biodiesel.
Dengan kenaikan ini, konsumen dan pelaku industri diharapkan menyesuaikan strategi pasokan dan distribusi. Kenaikan harga juga mencerminkan dinamika pasar global yang turut memengaruhi biaya produksi biodiesel domestik.
Sebagai catatan, harga biodiesel berperan penting dalam mendukung transisi energi bersih dan program campuran biofuel nasional.
Program B35 sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah menurunkan emisi karbon sekaligus mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati dalam skala nasional.







Komentar Via Facebook :