Sumatera 

Menyedihkan, di Sumut Ada PKS Beli Sawit Rp 800/Kg

Menyedihkan, di Sumut Ada PKS Beli Sawit Rp 800/Kg
Sawit hasil panen petani swadaya dikumpulkan sebelum dibawa pengepul ke pabrik. Foto: Yahya/elaeis.co

Gunung Tua, elaeis.co - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sipiongot, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (paluta), Sumatera Utara, terus melorot.

Jatuhnya harga disebabkan sejumlah pabrik berhenti beroperasi menyusul tersendatnya ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Pendi, seorang pengusaha peron yang menampung TBS para petani swadaya di Desa Sungai Datar mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima pembelian TBS akibat sejumlah pabrik masih tutup.

"Sebelumnya kita sudah kabari para petani sawit di sini agar tidak memanen sawitnya dulu. Sebab, jika dipanen pun dibawa ke mana, nanti bukannya mendapatkan duit malah jadi rugi," kata Pendi kepada elaeis.co, Kamis (23/6).

"Okelah sawit bisa kita antar ke PKS, masalahnya banyak yang tutup. Kalaupun ada yang buka, harga juga tak bersahabat, hanya Rp 800/kg. Ongkos tambah minyak dan lainnya saja sudah berapa," tambahnya.

Menurut Pendi, pengepul dan toke sawit lain di daerah itu juga terus menurunkan harga pembelian TBS dalam dua pekan terakhir. "Tapi puncaknya memang di pekan ini," katanya.

Pendi sendiri juga memiliki kebun sawit sekitar enam hektare. Itu sebabnya dia juga mengaku cukup cemas, karena buah sawit membusuk dipohon akibat tak dipanen.

"Bahaya juga jika situasi ini panjang. Kita berharap persoalan ekspor CPO ini kembali lancarlah. Terus terang masyarakat rata-rata hidupnya dari sawit, jika kondisi ini semakin larut, pasti akan ada gejolak. Kalau sudah krisis keuangan, kejahatan pasti terjadi," ujarnya.

 

Editor: Rizal