Tadi pagi saya baru bisa tenang untuk mendengarkan kembali rekaman obrolan kami yang berlangsung pada jelang siang 29 Agustus 2022 lalu.
Itu kali pertama saya berhubungan dengan Paulus Tjakrawan, yang saat itu masih Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi). Melalui telepon pula. Tapi, Paulus justru terasa betah meladeni saya ngobrol. Bagi saya, durasi obrolan itu sudah tergolong lama; 34:05:66.
Walau sempat terganggu oleh telpon dari seorang rekannya di Lemhanas yang tak bisa datang ke Cibubur, tak membikin Paulus memutus telpon saya. Dia justru meminta saya menunggu sebentar. Tanpa mematikan telpon.
"Maaf, barusan teman ngasi tahu enggak bisa datang. Saya lagi di Cibubur. Kami mau rapat Pramuka se-Indonesia. Kebetulan di Kwarnas Pramuka saya Kepala Puslitbang. Di Asia Pasific saya juga pengurus," humble sekali bapak ini, padahal semua pembicaraannya saya dengar. Saya membatin.
Panjang kemudian Paulus bercerita kepada saya tentang Biodiesel, tentang seperti apa cikal bakal bahan bakar nabati ini dibikin, hingga sekarang sudah sampai di Bauran 35 persen atau B35.
Memoar Paulus Tjakrawan: Kita Membangun Pabrik Biodiesel itu Penuh Idealisme!
Diskusi pembaca untuk berita ini