Berita / Nusantara /

Kaum Perempuan Bogor Dilatih Buat dan Pasarkan Produk dari Sawit 

Kaum Perempuan Bogor Dilatih Buat dan Pasarkan Produk dari Sawit 

Workshop pembuatan produk berbahan dasar sawit bagi para perempuan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. foto: ist.


Jakarta, elaeis.co – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar workshop yang diikuti kaum perempuan dengan berbagai latar belakang.

Workshop ini bertema ‘Pembuatan Produk Berbahan Dasar Sawit untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Para Perempuan dalam Rangka Pengarusutamaan Gender’.

Workshop ini diharapkan mampu menambah pengetahuan bagi kaum perempuan sekalgus bisa memproduksi produk-produk oleofood berbahan sawit dan memasarkannya di lingkungan sekitar secara mandiri.

Hadir dalam acara, Direktur Keuangan Umum Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDPKS Zaid Burhan Ibrahim, Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi, dan Kepala Divisi Teknologi Pengemasan Departemen TIN IPB Profesor Endang Warsiki, Administrator Kesehatan Ahli Madya Ika Karmila, Peneliti SBRC IPB University juga Ketua Pelaksana Workshop Mira Rivai, dan Ketua STP Bogor Seruni Dinitri.

Peserta yang mengikuti workshop ini diantaranya kalangan ibu rumah tangga warga sekitar, guru SMK, siswi SMK, dan juga mahasiswi STP Bogor berjumlah 70 orang.

Seruni mengatakan, acara ini dirancang khusus untuk para perempuan dalam komunitas. Tujuannya, untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan produk bernilai tambah dari bahan baku lokal, khususnya kelapa sawit.

”Workshop ini dihadiri oleh puluhan perempuan dari berbagai usia dan latar belakang, yang semuanya bersemangat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Senin (1/4).

Menurutnya, perempuan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, dapat berfungsi untuk menjamin ketahanan pangan keluarga, aktif di ranah sosial, dan membantu perekonomian rumah tangga.

“Perempuan dapat menjadi pengelola finansial keluarga, menjadi pengambil keputusan dalam pemilihan produk yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari untuk tujuan pangan maupun non pangan,” katanya.

Lebih lanjut, Seruni Dinitri menjelaskan, dalam mencapai kemandirian finansial banyak perempuan-perempuan yang telah melakukan bisnis atau usaha mandiri. Salah satu bisnis yang dapat dilakukan oleh perempuan adalah usaha kuliner.

"Workshop ini merupakan salah satu bentuk dalam mendukung program pemerintah mengenai hilirisasi bahan baku yang kemudian dapat menjadi nilai jual yang tinggi,"

Selama kegiatan workshop berlangsung, para peserta diajari tentang berbagai teknik produksi mulai dari pengolahan minyak sawit hingga pembuatan produk-produk berbahan dasar sawit seperti sabun, lotion, dan produk-produk kecantikan lain.

”Juga ada sesi pemahaman tentang manajemen keuangan dan pemasaran produk. Ini bertujuan untuk memberdayakan para peserta dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola bisnis kecil sendiri dan memasarkannya dengan efektif,” paparnya.

Mira Rivai menambahkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengarusutamaan gender yang mengacu pada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2025. “Salah satu fokusnya adalah meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan. Pengarusutamaan gender menjadi strategi penting dalam memastikan kesetaraan dan keadilan gender dalam segala aspek kehidupan,” katanya.

Berdasarkan data BPS 2023, populasi perempuan di Indonesia mencapai 49,92% dari total penduduk. Namun, masih banyak hambatan dalam mencapai kesetaraan gender, seperti kurangnya pemahaman, perlindungan hukum yang belum memadai, dan budaya diskriminatif.

“Dan dalam upaya memperkuat kemandirian finansial perempuan, workshop ini menghadirkan beragam materi seperti pembuatan makanan dan snack. Produk-produk yang dihasilkan memiliki potensi pasar yang besar, terutama dalam industri kuliner,” terangnya.

Zaid Burhan berharap kegiatan ini mampu memicu kreatifikas kaum perempuan sehingga ke depannya menjadi mandiri dan merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan dan ketidakberdayaan.

"Kegiatan ini juga sekaligus untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan yang ada di sawit sehingga pengetahuan masyarakat terhadap kebaikan sawit semakin meningkat dan tersebar luas sesuai dengan slogan Sawit Baik (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan," tukasnya.

Chef Affan, Chef Arion dan Chef Nisa selaku dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor menambahkan, pihaknya dalam acara workshop ini memberikan demo memasak sekaligus memberikan resep yang disebarkan kepada seluruh peserta.

”Harapannya setelah ini wanita-wanita hebat dapat secara mandiri membangun usaha dan tentunya meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Affan.


 

Komentar Via Facebook :