Berita / Serba-Serbi /

Karena Banjir, Sudah 2 Bulan Petani Sawit ini Bergantung pada Penghasilan Istri

Karena Banjir, Sudah 2 Bulan Petani Sawit ini Bergantung pada Penghasilan Istri

Kebun sawit di Desa Mekar Jaya terendam banjir sehingga menyulitkan pemanenan. foto: tangkapan layar


Pangkalan Kerinci, elaeis.co - Armefri, petani kelapa sawit swadaya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, sudah dua bulan tak punya penghasilan. Mau tak mau, untuk sementara dia terpaksa bergantung pada penghasilan istrinya.

4 hektar kebun kelapa sawit milik keluarganya tak dipanen akibat terendam air banjir. Padahal kebun itulah andalan Armefri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. 

"Penghasilan saya lumpuh total, untung ada istri yang punya gaji hasil kerja di PT Asian Agri. Kalau tidak, pontang-panting juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga," katanya kepada elaeis.co beberapa hari lalu.

Dia mengaku pernah memaksakan beraktivitas di kebun menggunakan pompong. Yang terjadi malah pengeluaran membengkak karena tidak semua buah matang bisa dipanen. "Yang keluar cuma sekitar 500 sampai 800 kg. Sementara ongkos panen mencapai Rp 800/kg. Belum lagi sewa pompong, sehari Rp 500 ribu," ungkapnya.

Menurut lelaki berusia 53 tahun ini, sekarang semua pengeluaran diambil alih oleh sang istri. Termasuk angsuran kredit ke bank. "Saya tidak bisa mencari usaha sampingan, di usia seperti saya sudah berat rasanya mau bekerja kasar," tukasnya.

Dia mengaku khawatir dengan kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Ratusan pohon sawitnya terancam akan mati tergenang. "Kalau terus berlarut-larut, bukan hanya tak punya penghasilan, kebun saya pun bisa hancur," keluhnya.

Saban hari Armefri ikut memantau ketinggian banjir di jalan lintas timur Sumatera di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kerinci, yang menyebabkan arus lalu lintas nyaris lumpuh total. "Kebun saya berada di desa sebelahnya, di Kuala Terusan. Kalau di Kemang air naik, otomatis genangan di kebun saya juga akan makin dalam," ujarnya.


 

Komentar Via Facebook :