Berita / Nasional /
Jumlah Hari Bisa Menjadi Penyebab Penurunan Produksi dan Konsumsi Minyak Sawit
GAPKI mengungkapkan pada bulan Februari 2024, terjadi penurunan produksi dan konsumsi minyak sawit di dalam negeri. (Foto: Dok. GAPKI)
Jakarta, elaeis.co - Sepanjang bulan Februari 2024 yang lalu, produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) skala nasional menunjukan penurunan bila dibandingkan secara bulanan atau i (mtm) dengan bulan Januari 2024.
Hal itu dikatakan oleh Mukti Sardjono selaku Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam sebuah keterangan resmi kepada para wartawan, Selasa (30/4/2024) sore.
Nah, mirisnya, di saat yang sama, Mukti bilang, produksi minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO) pada periode yang sama juga mengalami penurunan bila dibandiingkan secara bulanan (mtm).
"Produksi CPO pada bulan Februari 2024 diperkirakan mencapai 3.883 ribu ton atau turun 8,25 persen dari 4.232 ribu ton pada Januari 2024," kata Mukti menerangkan.
"Demikian pula dengan produksi PKO diperkirakan turun sekitar 8,24 persen dari 402 ribu ton pada Januari 2024 menjadi 369 ribu ton pada Februari 2024," Mukti menambahkan.
Uniknya, Mukti mengatakan ternyata penyebab penurunan produksi CPO dan PKO tersebut bukan karena faktor teknis perkebunan, seperti musim trek atau lainnya.
Kata dia, turunnya produksi CPO dan PKO ini disebabkan oleh, antara lain, jumlah hari kerja pada bulan Februari yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan bulan Januari.
Sisi Konsumsi
Selain sisi produksi, Mukti mengungkapkan penurunan terjadi juga pada sisi konsumsi minyak sawit, khususnya di dalam negeri Indonesia
Pihaknya mencatat total konsumsi CPO di dalam negeri pada bulan Februari juga mengalami penurunan 4,02 persen dibandingkan bulan Januari 2024.
"Yaitu dari 1.942 ribu ton menjadi 1.864 ribu ton," kata Mukti Sarjono merinci.
Kata dia, konsumsi pada bulan Februari untuk pangan, oleokimia dan biodiesel mengalami penurunan secara berurutan bila dibandingkan dengan bulan Januati 2024.
"Konsumsi CPO turun dari 800 ribu ton menjadi 769 ribu ton, oleokimia turun dari 187 ribu ton menjadi 175 ribu ton, dan dan biodiesel dari 957 ribu ton menjadi 920 ribu ton," Mukti merinci.
Dengan demikian, kata dia, konsumsi CPO untuk pangan pada bulan Februari turun sebesar 3,87 persen, oleokimia 6,42 persen, serta terakhir, konsumsi untuk biodiesel turun sebesar 3,77 persen.
Dan lagi-lagi Mukti mengatakan jumlah hari kalender Februari yang lebih sedikit dari bulan Januari menjadi salah satu penyebab penurunan konsumsi di dalam negeri.







Komentar Via Facebook :