https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Indonesia Bisa Genjot Ekspor Minyak Sawit Lewat Bumbu Mie Instan

Indonesia Bisa Genjot Ekspor Minyak Sawit Lewat Bumbu Mie Instan

Bumbu mie instan. foto: ist.


Bogor, elaeis.co – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, mengusulkan strategi jitu untuk meningkatkan ekspor minyak sawit Indonesia. Menurutnya, produk mie instan seperti Indomie produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indofood) bisa menjadi alat ekspor tak langsung minyak sawit melalui kandungan bumbunya.

"Kalau kita tidak bisa mengekpor minyak sawit, kita bisa memasukkan lebih banyak minyak dalam bumbu Indomie. Kalau ada miliaran bungkus mie instan terjual, berarti kita juga mengekspor minyak sawit dengan cara yang berbeda," ujar Rachmat dalam seminar nasional 'Huluisasi dan Hilirisasi Sawit sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia serta Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Nasional' yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (11/3).

Menurutnya, Indofood berada di posisi strategis karena meskipun mengimpor gandum sebagai bahan baku, perusahaan ini justru mampu mengekspor produk mie instan ke berbagai negara.

Dia menjelaskan, bumbu mie instan yang mengandung minyak dalam jumlah besar dapat menjadi strategi ekspor terselubung. "Dengan memperbanyak kandungan minyak di dalam bumbu, kita sebenarnya sedang mengekspor minyak sawit tanpa perlu menjualnya secara langsung," jelasnya.

Selain minyak, dia juga menyoroti peran rempah-rempah seperti cabai dan bumbu khas Indonesia dalam ekspor produk olahan. "Cabai, rempah-rempah, semuanya ada di dalam Indomie. Ini juga bagian dari ekspor kita. Kita harus kreatif dalam menembus pasar global," tambahnya.

Untuk diketahui, Indomie telah menjadi salah satu merek mie instan paling murah di dunia dan tersedia di berbagai negara seperti Fiji, Rusia, hingga Inggris.
"Di pusat perbelanjaan seperti Tesco di Coventry, Inggris, Indomie tetap menjadi mie instan paling murah di pasaran," ungkapnya.

Keberadaan Indomie di berbagai belahan dunia ini dinilai bisa menjadi peluang besar untuk menyalurkan minyak sawit dalam bentuk produk olahan, bukan dalam bentuk mentah.

Melalui strategi ini, Indonesia dapat terus memperluas pangsa ekspor minyak sawit dan produk turunannya, tanpa harus menghadapi hambatan regulasi ekspor bahan mentah.

 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :