https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Harga Sawit di Daerah ini Belum Beranjak dari Rp 1.200/Kg

Harga Sawit di Daerah ini Belum Beranjak dari Rp 1.200/Kg

Petani sawit di Inhu bersiap membawa hasil panen ke pabrik. Foto: Ist.


Rengat, elaeis.co – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya atau mandiri di Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Provinsi Riau, masih berkutat di kisaran Rp 1.200/kg. Para toke sawit di daerah itu pun heran mengapa harga sawit tak kunjung naik padahal harga resmi yang ditetapkan Dinas Perkebunan (disbun) Riau sudah lumayan mahal.

Ucok Daulay, seorang penyuplai TBS ke pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Seberida, mengatakan, pergerakan harga TBS di lapangan, terutama di tingkat pengepul, tidak sejalan dengan pengumuman perubahan harga sepekan sekali yang dikeluarkan oleh Disbun Riau. 

“Pantauan saya, Disbun Riau untuk periode 3 sampai 9 Agustus menetapkan harga TBS sawit naik menjadi Rp 2.134/kg. Tetapi yang dirasakan pekebun sawit masih jauh dari apa yang diharapkan,” katanya kepada elaeis.co, Senin (8/8).

Menurutnya, para pemegang delivery order (DO) dari PKS saat ini hanya berani pasang harga paling tinggi Rp 1.500/kg untuk sawit swadaya.

“Baru sanggup segitu, menyesuaikan dengan harga PKS. Semestinya kalau mengikuti perkembangan harga disbun, kondisi sekarang sudah tembus Rp 1.600/kg,” sebutnya. 

Dia menilai para toke tidak bisa disalahkan atas murahnya harga sawit. Sebab harga TBS sebenarnya ditentukan oleh PKS.

“Pemerintah dan asosiasi petani tak bisa mengawasi pelaku industri. Dengan kondisi petani saat ini, harusnya kepala daerah memerintahkan dinas terkait memantau apakah pelaku industri melaksanakan harga sawit yang ditetapkan Disbun Riau. Kalau dilanggar, harusnya diberi peringatan dan sanksi yang tegas,” tukasnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :