https://www.elaeis.co

Berita / Bisnis /

Euforia Sawit Patah di Ujung Tahun, Harga CPO Tersungkur Nyaris 1%

Euforia Sawit Patah di Ujung Tahun, Harga CPO Tersungkur Nyaris 1%


Jakarta, elaeis.co – Euforia pasar sawit mendadak ambles di penghujung 2025. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) resmi tergelincir hampir 1% dalam satu hari perdagangan. 

Setelah sempat melayang di level tertinggi dua pekan, CPO akhirnya kelelahan, investor memilih cabut dan mengamankan cuan.

Pada perdagangan Senin (29/12), harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman Maret 2026 ditutup di level MYR 4.049 per ton. Angka itu melemah 0,93% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu, menandai koreksi terdalam dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan ini terjadi setelah harga CPO sempat menanjak dan memantik optimisme pasar. Namun, sentimen positif tak bertahan lama. Aksi ambil untung alias profit taking membuat tekanan jual tak terelakkan. Alhasil, grafik harga yang tadinya gagah, kini tampak limbung.

Meski begitu, secara mingguan harga CPO sebenarnya masih mencatatkan kenaikan 1,56% secara point-to-point. Kinerja tersebut ditopang oleh data permintaan ekspor yang masih relatif solid, khususnya dari Malaysia.

Intertek Testing Services mencatat ekspor CPO Malaysia pada periode 1–25 Desember 2025 naik 1,6% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. 

India menjadi pembeli terbesar dengan volume impor mencapai 279.550 ton, melonjak tajam hingga 66%. Angka ini sempat memberi harapan bahwa reli harga bisa berlanjut hingga akhir tahun.

“Ekspor akan naik pada bulan-bulan ke depan seiring lonjakan permintaan,” ujar Head of Trading and Hedging Strategies Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan, seperti dikutip Bloomberg News.

Ia menambahkan, permintaan diperkirakan menguat pada Februari 2026 seiring dua momentum besar, yakni Ramadan dan Tahun Baru Imlek. Namun, harapan itu tampaknya belum cukup kuat menahan tekanan jangka pendek di pasar.

Dari sisi teknikal, sinyal kehati-hatian justru makin tebal. Pada grafik harian, Relative Strength Index (RSI) berada di level 50—zona abu-abu yang menandakan pasar mulai kehilangan arah. 

Lebih mengkhawatirkan lagi, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh level 100, alias kondisi jenuh beli atau overbought.

Situasi ini membuka ruang koreksi lanjutan. Untuk perdagangan Selasa (30/12/2025), harga CPO dinilai masih berisiko turun. Level pivot point berada di MYR 4.026 per ton. Jika tembus ke bawah, harga berpotensi menguji area support MYR 4.012 hingga MYR 4.009 per ton.

Skenario terburuk, tekanan jual bisa menyeret harga hingga MYR 3.955 per ton—level support terjauh yang patut diwaspadai pelaku pasar.

Sebaliknya, jika harga CPO mampu bangkit dari tekanan, resisten terdekat berada di MYR 4.054 per ton. Apabila level ini berhasil dilewati, peluang penguatan terbuka menuju kisaran MYR 4.058 hingga MYR 4.082 per ton. Target paling optimistis berada di MYR 4.115 per ton.

Namun untuk saat ini, sinyal pasar masih bicara lain. Di ujung tahun yang seharusnya ditutup manis, harga CPO justru tersandung. Euforia sawit pun patah di tikungan terakhir 2025.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :