https://www.elaeis.co

Berita / Nusantara /

Direktur AA: Dari Dulu Kami Komit dengan Petani

Direktur AA: Dari Dulu Kami Komit dengan Petani

Direktur Asian Agri (AA), Bernard Riedo. (Tangkapan layar/Elaeis)


Jakarta, Elaeis.co Direktur Asian Agri (AA), Bernard Riedo menyampaikan, sejak dirintis 1979 lalu Asian Agri selalu komitmen dalam mengusung kemitraan dengan petani sawit.

Sebagai bukti kata Bernard, dari 100 ribu hektare perkebunan inti Asian Agri, 60 ribu hektare-nya merupakan mitra dengan petani sawit dengan model skim plasma. Bahkan kemitraan dengan petani swadaya juga mencapai 42 ribu hektare.

"Jadi, perkebunan kelapa sawit yang kami kelola tersebar di tiga provinsi, yakni di Riau, Sumatera Utara dan Jambi," kata Bernard dalam FGD Sawit Berkelanjutan Vol 11, Kamis (9/12).

Sementara kata Bernard, produksi minyak sawit Asian Agri mencapai 1,1 juta ton per tahun. Tidak hanya itu, Bernard juga mengkalim bahwa Asian Agri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sustainable.

Asian Agri telah memperoleh sertifikasi minyak sawit berkelanjutan terbesar di dunia, baik untuk skim Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indoensian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

“Bahkan, kita juga telah menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang pertama bermitra dengan petani sawit swadaya yang memperoleh sertifikat RSPO dan ISPO,” ujarnya.

Tidak hanya memenuhi aspek praktik sawit berkelanjutan dalam proses budidaya di perkebunan kelapa sawit, Bernard menyebut Asian Agri juga memiliki tingkat produksi kelapa sawit yang cukup tinggi, dibandingkan produktivitas rata-rata perkebunan kelapa sawit global.

Produktivitas rata-rata kebun sawit Asian Agri mencapai 5,38 ton CPO per hektare dalam satu tahun. Bahkan angka itu lebih tinggi dari rata-rata produktivitas perkebunan kelapa sawit global yang hanya mencapai 4,3 ton per hektare dalam satu tahunnya.

"Malahan, angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas minyak nabati lainnya seperti rapeseed yang hanya 0,7 ton per hektare, minyak bunga matahari sekitar 0,52 per hektare dan minyak kedelai yang hanya mencapai 0,45 per hektare," pungkasnya

Komentar Via Facebook :