Sijunjung, elaeis.co - Dewi Murni, Ibunda dari Muhammad Husni Sabil, 28, pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar, mengucapkan puji syukur atas kepulangan anaknya.
"Syukur alhamdulillah," tulis Dewi kepada elaeis.co ketika dikonfirmasi, Kamis (1/6) malam, melalui aplikasi WhatsApp.
"kami lh kumpua kini," tambah Dewi, yang artinya ia bersama anggota keluarga lainnya sudah berkumpul kembali dengan Sabil, yang dalam keluarga itu merupakan anak sulung dari empat bersaudara.
"Alhamdulillah jg sabil sht tk krg suatu apapun," sambung Dewi, yang artinya Sabil berada dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apa pun juga.
Pada Selasa (30/5) lalu Sabil sampai di Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Sabil berasal dari Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Sebelum berangkat menjadi PMI di Myanmar, Sabil menetap untuk mencari nafkah di Jakarta.
Sabil mendarat dengan maskapai Super Air Jet pada pukul 14.30 WIB di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM).
Setelah dari Padang, Sabil menuju kampung halamannya di Kabupaten Sijunjung. Dari Muaro Sijunjung, ibukota Sijunjung, Sabil kemudian bertolak ke kampung halamannya di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII.
Sabil adalah satu di antara 19a97 PMI yang diduga jadi korban TPPO di Myanmar. Di Myanmar Sabil dkk ternyata dipekerjakan sebagai scammer online, tidak digaji dan mengalami penyiksaan.
Berkat konten yang dibuat melalui akun media sosial berisikan permintaan kepada Presiden Jokowi untuk dibebaskan, setelah melalui proses panjang akhirnya Sabil dkk dibebaskan dan tiba di Indonesia, Kamis (25/5).
PMI Korban Dugaan TPPO itu Sudah Kembali, Dewi: Alhamdulillah Sabil Tak Kurang Suatu Apa pun
Diskusi pembaca untuk berita ini