"Saat ini ada beberapa program nasional yang belum terakomodir dalam APBD Rohul, salah satunya program Stunting. Kita membutuhkan sarana dan prasarana seperti pembangunan posyandu dan pengadaan alat ukur. Sedangkan untuk PAUD, kita membutuhkan toilet, UKS, Alat Permainan Tambahan, pemberian makanan tambahan dan lainnya," lanjutnya.
Dalam bidang infrastruktur, Indra menambahkan program TJSP yang disalurkan oleh perusahaan dapat berupa pemeliharaan jalan kabupaten, pemeliharaan jembatan, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan rumah layak huni, sanitasi, pembangunan turap, pembangunan saluran drainase dan bantuan lainnya.
"Ke depan kita berharap kepada tiap-tiap perusahaan untuk dapat membuat laporan TJSP-nya sesuai dengan apa yang telah disalurkan atau lebih akurat tentunya," tukasnya.
Sementara itu, Yusmar mengusulkan dalam tata kelola TJSP dari sisi perencanaan, dari 8 sasaran TJSP perlu adanya persentase dan objeknya agar penyaluran TJSP tepat sasaran.
"Seperti TJSP di Jawa Barat, itu ada persentasenya setiap bidang. Ada baiknya juga TJSP dikelola seperti pengelolaan RAPBD. Misalnya dari 194 perusahaan masing-masing Rp 1 milyar, setiap desa berapa usulan, untuk pemuda dan lainnya. Nanti forum TJSP akan melakukan rapat untuk mengalokasikan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Perusahaan Diminta Dukung Pendanaan Sederet Kegiatan ini
Diskusi pembaca untuk berita ini