Pekanbaru, elaeis.co - Seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Riau dikumpulkan di Pekanbaru, tepatnya di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, untuk menandatangani MoU bersama Kejati Riau dalam progam Jaga Zona Pertanian, Perekonomian, dan Perindustrian (Jaga Zapin) terhadap perkebunan kelapa sawit.
Kerja sama itu juga disaksikan oleh asosiasi, petani dan sejumlah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Riau. Sejumlah pihak berpendapat, program ini akan sangat menguntungkan petani kelapa sawit.
Seperti dikatakan Wakil Direktur III Bidang Kerjasama Humas dan Alumni Politeknik Kampar, M Ridwan, program ini sangat bagus guna mendukung perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
Baca Juga: Terus Membaik, Begini Kondisi Terakhir Harga Sawit Swadaya di Babel
"Permasalahan harga tandan buah segar (TBS) sawit akan terawasi bahkan terjaga. Lalu regulasi kawasan dan PSR juga menjadi perhatian bersama lantaran ada kerja sama antara seluruh bupati dan kejaksaan bahkan juga pihak terkait," ujarnya, kepada elaeis.co, Selasa (12/9).
Pihaknya dari perguruan tinggi bidang sawit mengaku sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Kejati Riau yang sudah membuat progam Jaga Zapin tersebut. Sebab langkah ini merupakan upaya untuk menyamakan persepsi dan satu visi seluruh pijak. Mulai dari kejaksaan, pemerintahan, petani dan perusahaan.
"Semoga perekonomian rakyat di bidang sawit semakin meningkat, sehingga perekonomian Riau juga meningkat," tandasnya.
Jaga Zapin, Langkah Samakan Persepsi dan Visi untuk Perkebunan Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini