Jakarta, elaeis.co - Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi kelapa sawit dengan memasukkannya ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), seiring pengembangan kawasan Sei Mangkei di Sumatera Utara yang diproyeksikan menjadi pusat industri oleofood dan biodiesel kelas dunia.

Langkah ini ditegaskan dalam seremoni groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun, di mana sektor sawit kembali mendapat porsi strategis dalam transformasi ekonomi berbasis industri pengolahan.

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa hilirisasi menjadi kunci utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Ia menilai ketergantungan pada ekspor bahan mentah harus segera ditinggalkan jika Indonesia ingin naik kelas sebagai negara industri.

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya agar kita bisa lebih makmur,” ujar Prabowo dalam pernyataan resminya.

Dalam kerangka tersebut, Sei Mangkei diposisikan sebagai simpul penting pengembangan industri turunan sawit, dari sebelumnya hanya pengolahan crude palm oil (CPO) kini diarahkan ke produk bernilai tambah seperti oleofood, biodiesel, bioenergi, hingga bahan baku industri pangan dan kosmetik.

Pemerintah menilai transformasi ini akan memperkuat rantai nilai industri sawit nasional sekaligus membuka peluang diversifikasi ekspor ke produk olahan yang memiliki margin lebih tinggi. Selain itu, hilirisasi sawit juga menjadi bagian dari strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan biodiesel sebagai substitusi bahan bakar fosil.

Untuk mempercepat ekosistem investasi, pemerintah turut melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai katalis industrialisasi. Berbeda dari skema sovereign wealth fund (SWF) tradisional, Danantara diarahkan lebih aktif mendorong proyek-proyek hilirisasi strategis di dalam negeri.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyebut pendekatan ini sebagai langkah besar dalam pengelolaan kekayaan negara agar tidak berhenti pada pengelolaan aset, tetapi masuk ke penguatan industri.

“Kami ingin Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dari hasilnya,” kata Rosan.

Dengan masuknya sawit sebagai PSN, pemerintah berharap percepatan investasi di sektor hilir dapat menciptakan efek berganda mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor produk olahan, hingga penguatan penerimaan negara.

Selain sawit, dalam daftar PSN Fase II juga terdapat sektor lain seperti pengolahan gas, nikel, tembaga, baja, hingga industri kelapa terpadu. Namun sawit tetap menjadi salah satu sektor utama karena perannya sebagai komoditas unggulan dan tulang punggung ekonomi nasional.

Ke depan, Sei Mangkei ditargetkan tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga hub ekspor produk oleofood dan biodiesel Indonesia ke pasar global, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri sawit dunia berbasis hilirisasi.