Peternakan 

Sapi Kena Kutil, Rumah Potong Pekanbaru Hentikan Aktivitas

Sapi Kena Kutil, Rumah Potong Pekanbaru Hentikan Aktivitas
Ilustrasi sapi. Elaeis.co/Sany

Pekanbaru, elaeis.co - Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Pekanbaru, Riau untuk sementara waktu menghentikan aktivitas pemotongan sapi. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran tidak adanya pasokan sapi akibat merebaknya wabah Lumpy Skin Disease (LSD) atau kutil.

"Sekarang stok sapi sudah terbatas, ada yang punya ada yang tidak. Sementara kami setop untuk potong sapi," ujar Anto, seorang petugas pemotong RPH Pekanbaru, Senin (28/3).

Anto mengatakan, pasokan sapi, khususnya dari wilayah Lampung memang tersendat akibat wabah ini. Oleh sebab itu pasokan sapi dari Lampung harus menjalani pemeriksaan lebih ketat dan membuat distribusinya ke Pekanbaru terhambat. 

Dijelaskannya, setiap hari ada 40 sampai 50 ekor sapi yang dipotong untuk memenuhi kebutuhan pasar di Pekanbaru. Dengan berkurangnya stok sapi, aktifitas pemotongan senagaja dihentikan untuk mengantisipasi adanya ketimpangan di pasar. 

"Kalau kami potong terjadi ketimpangan di pasar, pedagang ada yang dapat daging dan ada yang tidak. Makanya kami minta ada kebijakan dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan setop potong sapi di rumah potong hewan terjadi akibat pembatasan. Terutama sapi yang masuk dari luar daerah ke Riau.

"Itu barang kali karena kelangkaan ternak sapi dibawa ke sini. Karena memang ada virus yang itu kita khawatirkan nanti kena manusia dan itu hanya ada di Riau," kata Syamsuar.

Untuk mengatasi persoalan itu, sejumlah sapi ternak masyarakat sudah disuntik vaksin. Hal ini agar tak berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Vaksin sudah dilaksanakan. Kalau ini telah dilakukan pemeriksaan tentunya tak akan berdampak ke kesehatan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Sany Panjaitan