Sumatera 

Perusahaan ini Dituding Serobot Lahan, tapi Dibantah Pengurus KUD

Perusahaan ini Dituding Serobot Lahan, tapi Dibantah Pengurus KUD
Pengurus KUD Motah Makmur menggelar rapat membahas tudingan pencaplokan lahan yang dialamatkan ke PT Tasma Puja. Foto: elaeis.co/Hamdan

Rengat, elaeis.co - Tudingan bahwa perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tasma Puja (TP) menyerobot 91 hektare lahan di Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, dibantah oleh pengurus KUD Motah Makmur. Koperasi tersebut merupakan mitra perusahaan tersebut sejak tahun 2006.

Ketua KUD Motah Makmur, Sudirman, menjelaskan bahwa kemitraan antara koperasi tersebut dengan PT TP adalah atas permohonan dari masyarakat melalui pemerintah desa yang dituangkan dalam berita acara pertemuan kepala desa, BPD, dan tokoh masyarakat.

"Berita acara untuk pembangunan kebun pola kemitraan yang dilaksanakan oleh perusahaan bekerja sama dengan KUD Motah Makmur sebagai kuasa dari masyarakat dibuat pada tanggal 17 Februari 2006 lalu," katanya kepada elaeis.co, Selasa (25/1/22).

Menurutnya, lahan yang dibangun oleh PT TP adalah milik masyarakat sejumlah desa seperti Cenaku Kecil, Desa Kepayang Sari, Desa Anak Talang, dan Alim, yang diserahkan pengelolaannya melalui kepala desa.

"Perusahaan tersebut tidak pernah membuka dan mengerjakan lahan dengan cara melakukan penyerobotan. Keberadaan perusahaan adalah karena keinginan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dengan cara mendatangkan investor di bidang kelapa sawit," sebut Sudirman.

Menurutnya, sebelum pembangunan dimulai, masing-masing desa membentuk tim sukses yang bertugas menyiapkan lahan milik masyarakat yang akan dijadikan kebun plasma.

"PT Tasma Puja hanya mengerjakan lahan yang ditunjuk oleh tim sukses, tidak pernah melakukan penyerobotan, dan ini bisa dipertanggungjawabkan oleh tim masing-masing," paparnya.

Menurut Sudirman, saat pembangunan kebun plasma sedang dalam proses, Desa Alim dan beberapa desa lain mundur dari kerja sama pola kemitraan dikarenakan lahan untuk pembangunan kebun sudah tidak ada lagi. Namun belakangan sejumlah warga Desa Alim menuduh PT TP mencaplok lahan mereka. Mereka mengklaim lahan seluas 91 hektar yang telah dibangun kebun kelapa sawit oleh PT TP masuk dalam wilayah Desa Alim.

“Padahal lahan yang dipermasalahkan oleh Desa Alim itu adalah lahan yang diserahkan oleh masyarakat Lubuk Sungkai Desa Kepayang Sari. Lahan itu sebelumnya telah dikelola bertahun-tahun oleh masyarakat Lubuk Sungkai,” jelas Sudirman.

Sudirman, para pengurus lainnya, dan para petani anggota KUD Motah Makmur, bertekad akan mempertahankan lahan yang dipersoalkan tersebut.

“Itu masuk wilayah Desa Kepayang Sari, hasil kebunnya dibagi kepada masyarakat Desa Kepayang Sari melalui KUD Motah Makmur,” tegas Sudirman. 


 

Editor: Rizal