Sumatera 

Perkebunan Tak Luas, Investor 'Malas' ke Simeulue

Perkebunan Tak Luas, Investor 'Malas' ke Simeulue
Foto ini hanya Ilustrasi. (Sahril/elaeis)

Aceh, elaeis.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai kurangnya luas perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab investor enggan membangun pabrik di Kabupaten Simeulue, Aceh.

Saat ini, di daerah hasil pemekaran Kabupaten Aceh Barat itu hanya ada satu pabrik kelapa sawit. Karena itu pula, harga TBS di sana tidak pernah menyentuh angka Rp3 ribuan/kg dan hanya dihargai Rp2 ribuan per kilogramnya.

"Luas perkebunan kelapa sawit di sana secara pasti saya kurang tahu. Yang pasti, tidak luas, mungkin tak sampai belasan ribu hektare," kata Sekretaris DPW Apkasindo Aceh, Fadli Ali saat berbincang dengan elaeis.co melalui telepon seluler, Rabu (26/1).

Lahan perkebunan kelapa sawit yang paling luas di sana kata Fadli milik pemerintah daerah setempat sekitar 4.000 hektare. Sementara milik petani dan swasta diperkirakan tidak mencapai 5 ribuan hektare.

"Kalau tadi di sana kebun sawit benar-benar luas, dan pemerintah daerah juga memberikan perhatian sungguh-sungguh ke investor misalnya, saya yakin juga tidak ada masalah investasi apapun di sana. Termasuk investasi pembangunan pabrik sawit," terangnya.

Apalagi secara iklim sosial kata Fadli, di Kabupaten Simeulue tidak ada masalah. Penolakan investor dari masyarakat tidak pernah terjadi di sana.

"Pemerintah daerah sebetulnya pernah berencana ingin membangun PKS. Tapi enggak tahun bagiamana kelanjutannya. Padahal jika ada satu lagi pabrik, saya yakin harga TBS di sana lebih baik lagi dari sekarang," ujarnya.


 

Editor: sahril ramadana