Serba-Serbi 

Lokasi Kecelakaan Kerja Digaris Polisi, tapi Pabrik Tetap Beroperasi

Lokasi Kecelakaan Kerja Digaris Polisi, tapi Pabrik Tetap Beroperasi
Plt Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu, Dewi Devi, bersama tim turun ke lokasi kejadian kecelakaan kerja di PT Inecda. Foto: Ist.

Rengat, elaeis.co - Tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Riau, menyelidiki kecelakaan kerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Inecda yang menewaskan seorang pekerja.

Plt Kepala Disnakertrans Inhu, Dewi Devi, dan sejumlah staf mendatangi pabrik untuk mengetahui persis kronologis musibah tersebut. 

"Manajemen perusahaan membenarkan kalau karyawan saat beraktivitas tidak menggunakan alat pelindung diri," katanya.

Selain itu, lanjutnya, korban bernama Joko Purnomo menjalankan pekerjaannya tanpa pengawasan. Padahal zona berbahaya seperti tempat membuka keran untuk mengeluarkan air panas harus diawasi secara ketat. Kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan kejadian fatal. 

"Pihak manajemen mengakui kelalaian itu. Aktivitas membahayakan seperti itu sering dilakukan sebelumnya," katanya.

Menurutnya, saat tiba di lokasi musibah, di tempat tersebut telah terpasang garis polisi. Meski begitu, pabrik tersebut tetap beroperasi. "Kejadian ini tengah didalami oleh Polres Inhu," katanya.

"Kami peringatan kepada manajemen agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Apalagi musibah ini terjadi pas hari libur memperingati Hari Buruh," tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa korban tidak dipaksa masuk kerja pada hari naas itu. Manajemen PT Inecda mengklaim bahwa hal ini sesuai kesepakatan antara karyawan dan perusahaan dengan imbalan uang lembur.

"Korporasi berjanji secepatnya mengeluarkan hak-hak almarhum khususnya pesangon. Malah biaya pendidikan anak korban yang saat ini sedang dalam jenjang pendidikan tinggi akan ditanggung," katanya. 

Terpisah, Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Bachtiar Alponso, mengatakan, kasus ini masih didalami untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya. "Lagi ditangani anggota, masih dalam proses," katanya.

 

Editor: Rizal