Dewandaru 

Kiat Jadi Pengusaha Ala Guru Malam

Kiat Jadi Pengusaha Ala Guru Malam
Wayan Supadno dengan latar belakang Iwan, sosok bisu dan tuli, yang juga menjadi guru dan pelatih Wayan. foto: ist

Guru Malamku saat remaja. Beliau alumni kampus tua hebat di negara Timur Tengah. Menuturkan pesan yang seolah tiada bosannya. 

Bahkan ibarat menabur benih kebajikan, dirawat, disiram, dipupuk bahkan dipangkas jika ada yang dirasa tidak pas. Saya sabagai anak asuh memahami sekali. Karena memang beliau agamis yang hartawan dan dermawan.

Pesan bersukma diulang-ulang seolah tiada bosan. Ajaran cara agar bisa mandiri, agar bisa melepas belenggu diri misal merasa tiada punya ilmu dan modal. Lalu bisa terbang bebas di alam semesta nan indah ini. 

Kiat bisa mandiri dengan membuat perubahan besar pada diri sendiri juga karena diri sendiri. Tiada menyalahkan orang lain atau keadaan. 

Baca juga: Jadi Hakim Diri Sendiri

Apalagi menyalahkan nasib kenapa terlahir di keluarga pas-pasan atau keluarga bukan berdarah pengusaha. Itu salah besar sekali. Bahkan dosa besar, ingkar terhadap nikmat dari Nya, itu ujarnya. 

Harus disadari bahwa motivator paling hebat adalah diri sendiri, bukan orang lain. Karena orang lain tiada kan bisa berpengaruh besar. Ibaratnya, sang gembala badan kita adalah kemauan kita, datang suara dari dalam diri kita. 

Hingga Guru Malam mengeluarkan dalil sebagai dasarnya yang harus diimani antara lain;

 "Allah tiada kan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tiada berusaha mengubah nasibnya sendiri"

Artinya Tuhan saja janji tidak akan mengubah nasib umat Nya, jika umat Nya tiada berusaha. Apalagi orang lain lagi selain diri kita yang hanya sesama manusia, sesama ciptaan Nya. 

Kuncinya ada pada diri sendiri. Terjadi perubahan bukan karena orang lain, juga bukan karena Nya. Tapi sekali lagi karena kita mau berusaha berubah.

Ala Guru Malam, langkah-langkahnya jadi pengusaha adalah sebagai berikut;

1. Nawaitu, artinya niatnya baik. Jika mau jadi pengusaha harus berawal dari niat mulia. Misal agar makin bisa bertaqwa kepada Nya, makin sayang atau bermanfaat bagi orang lain dan makin bisa jadi sumber rahmat bagi alam semesta ini. Tapi kalau belum-belum niatnya hanya ingin kaya raya harta, biasanya gagal atau dirinya jadi kudanya harta atau mendewakan harta.

2. Man Jadda Wajada. Artinya siapa yang bersungguh-sungguh, maka dialah yang berhak menuai hasilnya. Itu selalu linier. Tiada kan mungkin kesuksesan jadi pengusaha jatuh dari langit saat bermalasan. Hanya waktu saja yang membedakan. Kadang orang berhenti berusaha karena gagal dan gagal, justru saat dekat pintu gerbang sukses.

3. Kun Fayakun, artinya jadilah maka terjadi. Maksudnya apapun jika sudah kehendak Nya maka apapun terjadi, karena Tuhan Maha Kuasa. Diminta agar punya niat baik dan diwujudkan dengan kesungguhan. Lalu hasil akhirnya dipercayakan kepada keputusan Tuhan. Segalanya ini semua milik Nya. Kita hanya tempat paringan (pemberian), ampilan (titipan) dan sampiran (tempat menaruh sesaat saja ibaratnya hanya jemuran baju belaka).



 

Editor: Abdul Aziz