Dewandaru 

Jadi Hakim Diri Sendiri

Jadi Hakim Diri Sendiri
Pupuk hayati hasil formula Wayan Supadno. Pupuk ini sudah beredar lintas pulau. foto: ist

"Ngger, ada saatnya kelak kamu akan punya pekerjaan tanpa pengawasan. Di sanalah kamu dituntut agar bisa jadi hakimnya diri sendiri. Harus bisa membedakan antara air dan minyak, misal antara halal dan haram", itulah pesan Guru Malam saya dulu pas pada situasi bulan ramadhan seperti saat ini. 

Pesan itu sekitar 40-an tahun silam, tapi tetap hidup dalam ingatan dan bermanfaat nyata.

Ujarnya lagi, Ibadah puasa ramadhan, sesungguhnya bagian dari proses mendidik dan melatih diri tanpa pengawasan juga. 

Agar lebih taqwa kepada Tuhan Yang Maha Suci dan sayang kepada sesama manusia, ikhlas, sabar, fokus dan menahan diri. 

Ini proses belajar jadi hakim dirinya sendiri. Harus bisa praktek keseharian membedakan memilih memilah antara halal dan haram.

Bahkan oleh Guru Malam juga diberikan contoh ilmu hikmah di masa silam yang edukatif inspiratif. 

Perihal jadi Hakim Dirinya sendiri dengan obyek melihat sebuah kejadian lalu dilakukan proses daya nalar analisis, diskusi dengan hati karena tiada orang lain sebagai pengawasnya. 

Lalu diputuskan atas dasar suara Hati Nuraninya. Di antara kisah yang dituturkan ke saya antara lain;

1. Seorang pelacur, adalah pemilik profesi yang paling dibenci oleh Nya. Tapi kok bisa masuk Surga. Tidak masuk akal karena yang punya profesi lebih terhormat di mata manusia saja belum tentu masuk surga.

Ternyata hanya karena mampu jadi Hakim Dirinya, terpanggil ada anjing kehausan lalu ditolongnya, diberi air minum. Karena sadar itu sama ciptaan Nya. Jika menyayangi ciptaan Nya, niscaya Sang Pencipta juga menyayanginya.

Ujung pesan ini dikemas dengan tutupan cuplikan isi kitab suci, kalimat indah itu melekat dalam ingatan saya hingga saat ini; "Kasihi yang di bumi, niscaya yang di langit mengasihimu ". 

Kisah itu bukti kebesaran Nya atas janji-janji Nya juga. Bahkan sepenggal kalimat indah itu saya tulis dalam kemasan produk formula saya pupuk hayati Bio Extrim.

Baca juga: Satu Sisi Dari Sawit

2. Ada lagi..
Seseorang melihat ada selembar kertas usang berceceran di dekat tempat sampah. Tahu itu bagian dari lembaran Kitab Suci. Lalu dipungutnya, dibersihkan, disemprot minyak wangi agar harum dan disimpan di atas pintu. Karena perbuatan mampu jadi Hakim Dirinya, dia masuk surga. Tiada yang tahu. Selain Tuhan. Sekali lagi karena mampu bisa jadi Hakim Diri Sendiri.

Ada lagi..
Seorang sahabat kerja di perusahaan farmasi milik asing (PMA Inggris). Dapat tugas khusus melakukan penetrasi pengembangan pasar di daerah jauh dari Jakarta yaitu di Sulteng. Tiada pengawas. Hanya karena beberapa kali ditest jam 7.45 ditelpon di kantor selalu ada datang disiplin. Sehingga pencapaian target bagus. Tiada sangka kontan hadiah di luar bayangannya, katanya gaji sebulan CEO nya  dijadikan hadiah. Berkat mampu jadi Hakim Diri Sendiri.



 

Editor: Abdul Aziz