Sumatera 

Ini yang Mau Dilakukan pada PKS yang Tetapkan Harga Sepihak

Ini yang Mau Dilakukan pada PKS yang Tetapkan Harga Sepihak
Pabrik kelapa sawit diingatkan tetap mengacu pada harga Disbun saat membeli TBS petani. Foto: dok.

Bengkulu, elaeis.co - Sejak pemerintah mengumumkan kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya beberapa waktu lalu, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah langsung anjlok. 

Meskipun harga pembelian TBS sudah ditetapkan oleh dinas perkebunan (disbun) masing-masing provinsi, namun banyak pabrik yang menerapkan harga sepihak dan jauh dari harga yang ditetapkan. 

Kondisi ini dikeluhkan oleh petani kelapa sawit swadaya. Penurunan harga di beberapa daerah bahkan mencapai 80 persen dari harga sebelumnya.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, meminta kepada seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) di provinsi itu agar tidak menetapkan harga pembelian TBS secara sepihak. 

"Pabrik harus mengikuti aturan dalam menetapkan harga TBS," kata Ricky saat berbincang dengan elaeis.co. 

Dia mengaku terus melakukan pengawasan terhadap harga yang ditetapkan PKS. "Kami akan melakukan teguran keras kepada PKS yang nakal dan dengan sengaja menjatuhkan harga pembelian TBS," ucapnya.

"Untuk mencabut izinnya, belum. Karena kita pikirkan juga dampaknya. Jangan sampai untuk membunuh tikus kita bakar gudangnya. Yang pasti kita kasih teguran. Nanti kalau memang benar-benar tidak mengindahkan teguran, baru akan kita berikan sanksi," pungkasnya.

 

Editor: Rizal