Internasional 
Pesan untuk RI-1

Indonesia Punya Tanggungjawab Atasi Krisis CPO Global

Indonesia Punya Tanggungjawab Atasi Krisis CPO Global
Presiden Republik Indonesia, H. Joko Widodo. (Foto Tangkapan layar)

Jakarta, elaeis.co - Idonesia adalah produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Karena itu, bila krisi minyak goreng (migor) di dalam negeri sudah bisa diatasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk mencabut larangan ekspor migor dan bahan baku migor.

"Karena sebagai produsen CPO terbesar dunia, Indonesia menjadi satu-satunya harapan konsumen global untuk memenuhi peningkatan kebutuhan permintaan pasarnya," kata cendekiawan sekaligus Ketua Umum Keluarga Alumni Institut Pertanian (KAINSTIPER), Priyanto PS, kepada elaeis.co, Kamis (12/5/2022).
 
Kata dia, harapan dari pasar global digaungkan ke pihak Indonesia karena tanpa Indonnesia pasar global memiliki keterbatasan dalam memberikan pasokan CPO.

Saat ini, ucapnya, terjadi peningkatan CPO di pasar global. Karena itu secara drastis terjadi kenaikan harga jual CPO di pasar global, terutama pascapenerapan kebijakan larangan ekspor migor dan bahan baku migor oleh Presiden Jokowi sejakkamis  (28/4/2022).

Ia ingat, sehari setelah larangan ekspor itu diterapkan, harga CPO naik secara signifikan hingga US$ 1.634 per ton di pasar global.

Kata dia, perilaku pasar itu secara tak langsung sebagai pengakuan kepada Indonesia sebagai penyuplai terbesar akan kebutuhan pasar minyak sawit dunia yang mencapai lebih dari 85% bersama-sama dengan Malaysia.

Kondisi terkini pasar global masih berada dalam keadaan aman. Pasalnya, kata dia, banyak pengguna CPO global di negara-negara tujuan ekspor sudah memperhitungkan adanya libur perdagangan di Hari Raya Idul Fitri lalu.

Karena itu mereka berupaya mencukupi stok CPO dalam negeri masing-masing.

Namun, ia yakin stok CPO pasar global akan mengalami shortage atau kekurangan pasokan berkepanjangan apabila kran ekspor CPO dan produk turunannya tidak segera dibuka kembali oleh Presiden Jokowi.

“Konsumen pasar global akan mengalami kejadian yang sama seperti di Indonesia beberapa waktu lalu. Akan terlihat banyak antrian demi mendapatkan minyak goreng curah,” jelas Priyanto PS.

Sebab itu, menurut Priyanto PS, keberadaan CPO dan produk turunannya yang sudah cukup menyuplai kebutuhan masyarakat Indonesia, harus kembali diperdagangkan secara luas kepada masyarakat dunia, termasuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Pasalnya, sebagai produsen terbesar CPO dunia, Indonesia memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat dunia mendapatkan kebutuhan minyak makanan, yang paling efektif dan efisien, untuk dikonsumsi yaitu minyak sawit Indonesia.

“Sesuai janji Presiden akan pemenuhan kebutuhan pasokan minyak goreng nasional yang sudah mencukupi bagi seluruh rakyat Indonesia, maka larangan sementara ekspor CPO dan produk turunannya harus segera dicabut Presiden Jokowi," kata Priyanto.

Tujuannya, kata dia, supaya konsumen minyak goreng di seluruh dunia bisa mendapatkan kebutuhan hidupnya mengonsumsi minyak sawit dari Indonesia.

"Saya mendorong keterlibatan Indonesia untuk menyuplai kebutuhan konsumen minyak sawit dunia," tegas Priyanto PS.

Editor: Hendrik Hutabarat