Sudut Kata 

Ditetapkan Sebagai WBTB, Tradisi Lampu Colok Urgen Pembinaan

Ditetapkan Sebagai WBTB, Tradisi Lampu Colok Urgen Pembinaan
Kadis Kebudayaan Provinsi Riau. foto: ist

Menarik membaca tulisan Prof Yusmar Yusuf yang dimuat Elaeis.co edisi Jum'at, 06 Mei 2022 dengan judul: Lampu Colok Sang Gubernur.

Namun demikian, perlu ditegaskan beberapa hal sebagai berikut: 

1. Lampu Colok sudah ditetapkan oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2021 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Karena sudah ditetapkan sebagai WBTB, maka Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota berkewajiban melakukan pembinaan.

Jika tidak, maka keputusan penetapan sebagai WBTB sangat mungkin untuk dicabut.

Di sini letak urgensinya.

Apa yang dilakukan Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi di akhir Ramadan yang lalu, dengan menggelar Festival Lampu Colok Kreatif antar OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau maupun antar kelurahan di lingkungan Kota Pekanbaru, adalah bagian dari pembinaan itu.

Ini sejalan dengan esensi dan semangat UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pedoman pelaksanaannya.

2. Tradisi Lampu Colok jangan "dikerdilkan" seolah hanya menjadi milik orang Bengkalis.

Tradisi Lampu Colok adalah tradisi yang hidup dalam masyarakat Melayu, yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Riau.

Bahkan di negeri jiran Malaysia.

Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika tradisi Lampu Colok ini kita temukan di hampir seluruh kabupaten/kota di Riau.

Boleh dikata, seluruh kabupaten/kota di Riau mengenal tradisi yang sudah bertahun-tahun hidup dalam masyarakat Melayu ini.

3. Festival Lampu Colok Kreatif yang digelar di Kota Pekanbaru akhir Ramadan lalu terbukti mendapat antusias yang cukup tinggi dari masyarakat.

Masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan keindahan Lampu Colok yang dibentuk dalam berbagai kreasi.

Masyarakat beramai-ramai menjadikan hiasan Lampu Colok sebagai spot baru untuk berselfie ria. Sesuai pula dengan era teknologi 4.0.

Masyarakat justru mendapat hiburan yang bernuansa budaya di tengah kemajuan kota yang kadangkala bahkan melupakan adat dan budaya.

Sepatutnya, apresiasi yang kita sampaikan atas inisiatif Festival Lampu Colok Kreatif, yang digelar di Kota Pekanbaru, beberapa waktu yang lalu itu.

Bukan malah sebaliknya.


Raja Yoserizal Zen 
Kadis Kebudayaan Provinsi Riau

Editor: Abdul Aziz