Nusantara 

Buton Kurang Dilirik Investor

Buton Kurang Dilirik Investor
Kapal HOSEI68 Panama bersandar di Pelabuhan Tanjung Buton. (Istimewa/elaeis)

Siak, elaeis.co - Pembangunan terminal penampungan (storage) Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Buton, sepertinya hanya sebatas wacana saja. Soalnya hingga saat ini belum ada investor yang ingin berinvestasi di sana.

"Belum ada investor yang masuk ke Buton ingin membikin terminal penampungan CPO. Entah kalau tahun ini. Kalau sepanjang tahun lalu belum ada," kata Analis Kebijakan DPMPTSP Siak, Teguh Santoso saat berbincang dengan elaeis.co, kemarin.

Teguh tidak mengetahui secara persis penyebab kurangnya minat investor berinvestasi di pelabuhan yang terletak di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak itu.

"Tak tahu (penyebabnya). Selama ini kayaknya hanya sekedar MoU saja. Mungkin mereka (para investor) belum tertarik berinvestasi di sana," ujarnya.

Di kawasan itu saat ini yang banyak peminatnya hanya pengusaha cangkang sawit. Ada beberapa Stockpile perusahaan cangkang yang berdiri di sana. 

Pelabuhan Tanjug Buton merupakan masuk dalam Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). KITB awalnya diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak pada 2004 dengan lahan yang telah dibebaskan untuk kawasan industri seluas 5.192 hektare, dimana 600 hektare sudah bersertifikat HPL (hak pengelolaan).

Pada 2008 hingga 2016, pemerintah pusat menggunakan APBN untuk membangun dermaga multipurpose sepanjang 200 meter dan fasilitas penunjang pelabuhan seperti kantor dan lapangan penumpukan.

Pada 2015, Kementerian PUPR juga telah memutuskan bahwa akses jalan menuju KITB adalah jalan nasional, sehingga perawatannya didukung penuh oleh APBN.

Editor: sahril ramadana