Berita / Sumatera /

Tumpukan Sawit Busuk Berserak di Desa Sungai Besar, ini yang Terjadi

Tumpukan Sawit Busuk Berserak di Desa Sungai Besar, ini yang Terjadi

Buah sawit milik petani di Desa Sungai Besar membusuk di penumpukan. foto: Hamdan


Taluk Kuantan, elaeis.co - Petani kelapa sawit swadaya di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Sengingi, Provinsi Riau, tak bisa menjual hasil panen seperti biasa. Alhasil, tandan buah segar (TBS) sawit yang sudah dipanen dibiarkan membusuk di tempat penumpukan.

Hasil panen itu bukan tidak laku karena kualitas buah atau teknik panen yang buruk. Tapi karena tukang angkut sawit tidak sanggup melangsir ke tempat penimbangan tengkulak. 

"Akses jalan licin setelah diguyur hujan, di beberapa lokasi juga terjadi banjir, dan diperparah lagi sebagian badan jalan rusak," kata Dedi, warga Desa Sungai Besar kepada elaeis.co, Rabu (31/1). 

Dia mengaku mengalami kerugian cukup besar karena hasil panen TBS sawit tidak bisa keluar selama dua bulan belakangan. "Yang busuk di penumpukan saat ini 3 ton. Ini putaran sekali pemanenan saja. Kalau ditotal, punya saya ada sekitar 12 ton membusuk selama dua bulan ini," jelasnya. 

Kalau dikalkulasi, dengan harga sawit rata-rata saat ini Rp 1.800/kg, maka dalam dua bulan ini dia mengalami kerugian Rp 21 juta karena sawit tidak bisa dijual.

"Sekarang makan pun tak selera lagi, ditambah istri cemberut terus. Saya tak tahu mau bagaimana lagi, tak mungkin kita melawan kuasa Tuhan. Bencana alam adalah kehendak-Nya," tukasnya.


 

Komentar Via Facebook :