Berita / Sumatera /
Sebelum Transisi Blok Rokan, Direktur PHR Sowan Gubernur Riau
Gubernur Riau Syamsuar (kanan) sedang bincang-bincang dengan Direktur PHR Jaffee A Suardin (kiri).
Pekanbaru, Elaeis.co - Direktur PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee A Suardin, sowan dengan Gubernur Riau Syamsuar di rumah dinas Gubernur di Pekanbaru, Rabu (4/9). Pertemuan itu membahas kesiapan PHR tentang alih kelola operasional Blok Rokan.
Jaffee mengatakan, pihaknya akan masuk dan mengelola Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021. Sejumlah persiapan transisi sudah dilakukan, termasuk dengan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menjadi pekerja PT PHR.
"Sebanyak 2.691 pekerja CPI telah setuju untuk bergabung dengan PHR. Jadi nanti operasional Blok Rokan akan dikerjakan oleh tim lama juga. Kemudian untuk kontrak kerja kami sudah lakukan mirrorring dengan CPI dan sudah mencapai 100 persen," kata dia yang diterima Elaeis.co, Rabu (4/8).
Ia juga menyampaikan, pihaknya berencana melakukan acara seremoni setelah resmi mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari CPI ke PHR. Acara itu nantinya akan dilakukan secara daring (online) dengan mengundang Forkopimda Provinsi Riau dan 7 kepala daerah wilayah kerja Blok Rokan.
"Persiapan untuk seremoni sudah dilakukan baik oleh SKK Migas, CPI maupun PHR, sembari kami juga memastikan proses alih kelola nanti bisa berlangsung mulus dan semua pekerjaan di Blok Rokan bisa berjalan dengan lancar," kata Jaffee.
Gubernur Riau Syamsuar mengapresiasi kehadiran Direktur PHR. Ia juga berharap proses alih kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR bisa berjalan dengan mulus.
"Selamat kepada PHR, harapan kami semoga alih kelola ini berjalan dengan lancar, dan produksinya juga terus meningkat," kata Syamsuar.
Mantan Bupati Siak ini juga berharap kehadiran PHR di Blok Rokan bisa berdampak baik untuk masyarakat Riau. "Kami juga sudah menyiapkan BUMD untuk berpatisipasi dalam pengelolaan participating interest (PI) ini, yang tentunya kita harapkan bisa berimbas baik untuk pembangunan di Riau dan kesejahteraan masyarakat," timpalnya.
Seperti diketahui, sebelum PHR masuk dan mengambil Blok Rokan untuk dikelola, minyak di sana dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Berdasarkan data, Blok Rokan memiliki luas 6.453 km2 dan tercatat menghasilkan sekitar 165.000 barel minyak per hari atau sekira 24% produksi minyak nasional.
Untuk meningkatkan produksi pasca alih kelola, PHR juga menargetkan akan mengebor sebanyak 161 sumur baru pada periode Agustus sampai Desember 2021 mendatang.







Komentar Via Facebook :