Berita / Sosok /
Ragil Shinta, Potret Milenial Raup Cuan dari Sawit
Ragil Shinta tunjukkan cara milenial raup cuan dari kelapa sawit.
Jakarta, elaeis.co – Ragil Shinta tunjukkan cara milenial raup cuan dari kelapa sawit, mulai dari lapangan kerja, beasiswa, hingga bisnis sawit profesional yang stabil dan menjanjikan di Belitung Timur.
Industri kelapa sawit kini menjadi alternatif utama bagi generasi muda di Belitung Timur untuk mendapatkan penghasilan stabil.
Kehadiran industri sawit menjadi tumpuan baru warga, terutama ketika komoditas unggulan sebelumnya, seperti timah, mengalami penurunan harga secara signifikan.
Ragil Shinta menjelaskan, pergeseran fokus mata pencaharian penduduk terjadi karena sektor pertambangan lokal yang kini tidak lagi menjanjikan.
“Kebetulan karena memang di Belitung ini kita komoditas utamanya itu sebenarnya timah, namun sekarang lagi turun-turunnya. Nah, jadi kita lagi berusaha nih beralih ke dunia kelapa sawit,” ujar Ragil.
Selain menjadi sumber pendapatan, Ragil menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat produk turunan kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari.
“Teman-teman enggak menyadari ya, dari kita bangun tidur sampai tidur lagi itu kita menggunakan produk-produk yang ada kandungan sawit,” jelasnya. Hal ini menunjukkan keterikatan erat antara komoditas sawit dengan kebutuhan rutin masyarakat di berbagai lapisan.
Industri sawit memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Sektor ini mampu menyediakan lapangan kerja bagi pemuda setempat dan membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Stabilitas harga kelapa sawit yang relatif konsisten juga membantu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga petani, bahkan di saat krisis maupun pandemi global beberapa tahun lalu.
Transformasi digital dan penerapan ilmu pengetahuan modern mengubah cara kerja tradisional menjadi lebih profesional, sehingga generasi milenial dapat terlibat di sektor ini tanpa harus melakukan pekerjaan fisik berat.
Ragil Shinta juga mendorong milenial untuk menguasai keahlian teknis dan manajerial di bidang perkebunan agar bisa menjadi pengelola lahan yang sukses.
“Kalian tuh menjadi petani itu enggak harus nyangkul-nyangkul loh, enggak harus capek-capek segala macam. Gunanya kita cari ilmu tuh biar jadi petani berdasi,” ujarnya, memotivasi generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian.
Pendidikan formal di bidang kelapa sawit membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial yang mumpuni, meningkatkan produktivitas lahan sawit rakyat, dan memperkuat daya saing industri nasional.
Data lapangan menunjukkan, peningkatan sumber daya manusia profesional berbanding lurus dengan efisiensi pengelolaan kebun, menjadikan industri kelapa sawit motor penggerak utama perekonomian Belitung Timur.
Dengan pemahaman yang tepat, penerapan teknologi modern, dan edukasi berkelanjutan, generasi milenial kini memiliki kesempatan untuk meraup cuan dari sektor sawit sekaligus membangun masa depan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan di pedesaan.









Komentar Via Facebook :