https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

LSM Minta Jaksa Usut Tuntas Dalang 'Mafia' Pupuk di Kerinci Kanan Siak

LSM Minta Jaksa Usut Tuntas Dalang

Jaksa mengeledah ruang kerja Kasi Pupuk Dinas Pertanian Siak, Selasa (15/11). (Foto: Sahril/Elaeis)


Siak, elaeis.co - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Siak mendukung upaya kejaksaan mengusut tuntas kasus 'mafia' pupuk bersubsidi yang diduga terjadi di Kecamatan Kerinci Kanan, Siak, Riau pada 2021 lalu.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak juga sempat menggeledah Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Siak untuk mengumpulkan bukti-bukti permainan pupuk bersubsidi di Kecamatan Kerinci Kanan.

Ada dua ruangan yang menjadi sasaran utama pengeledahan pada Selasa (15/11) pekan lalu itu. Yakni ruangan kerja Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian Sukarimi, dan ruangan Kasi Pupuk, A Muzir.

LIRA meminta Kejari harus bergerak cepat menggungkap siapa dalang dalam kasus tersebut. 

"Mohon dipercepat proses kasus ini agar terang-benderang. Kita berharap tidak ada ketinggalan atau meninggalkan. Sebab kasus mafia pupuk ini juga menjadi atensi Kejaksaan Agung RI," kata Bupati (Ketua) LIRA Kabupaten Siak, Deddy Irama ST saat berbincang dengan elaeis.co, Minggu (20/11).

Pertimbangan itu disampaikan Deddy lantaran banyak petani kelapa sawit di Kerinci Kanan menjadi korban akibat ulah segelintir orang yang memanfaatkan pupuk bersubsidi untuk memperkaya diri sendiri.

"Ini sudah bahaya. Kalau pupuk bersubsidi pun dipermainkan. Padahal sama-sama kita ketahui, bahwa sumbangsih sektor kelapa sawit terhadap perekonomian negeri ini sangat besar. Sementara pupuk sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman sawit. Itu pula yang dipermainkan. Kan kacau ni," kata Deddy.

Apalagi, lanjut Deddy, sejak tahun lalu harga pupuk sudah mulai mahal dan sangat dikeluhkan oleh petani sawit. Belum lagi, sesuai Peraturan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, sejak Juli lalu pemerintah resmi menghapus pupuk subsidi untuk perkebunan kelapa sawit.

"Dari sini saja bisa kita lihat, betapa sengsaranya sekarang petani sawit. Belum lagi, harga tandan buah segar (TBS) hingga kini masih belum stabil kayak tahun lalu menyentuh angka Rp3 ribu perkilogramnya," ujarnya.

 

Untuk itu, LIRA meminta agar kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan 'mafia' pupuk bersubsidi ini tanpa tebang pilih. 

"Harus terungkap semuanya. Mulai dari distributor pupuk yang besar di Kerinci Kanan, hingga kios-kios pupuknya. Semuanya harus terang benderang. Kabar yang kita dapat, muara dugaan kasus ini, ada di distributor Kerinci Kanan yang juga diamini oleh oknum dinas terkait," kata dia.

"Tapi secara pasti, kan tim kejaksaan yang lebih tahu. Saya yakin Pak Kajari Siak Dharmabella Timbaz dan Pak Kasi Pidsus Huda Hazamal akan mengusut sampai ke akar-akarnya tanpa meninggalkan atau ditinggalkan. Apalagi, sepengetahuan saya, pengeledahan yang dilakukan Jaksa di Kantor Dinas Pertanian sejarah. Sebab selama ini, belum pernah jaksa mengeledah kantor dinas di Siak. Artinya, saya melihat Kejari serius dalam kasus ini," pungkasnya. 

Komentar Via Facebook :